<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666</id><updated>2011-08-03T03:50:47.703+07:00</updated><category term='gajah tunggal'/><category term='kalimantan'/><category term='natal'/><category term='mie telor'/><category term='penjualan ban'/><category term='AISA'/><category term='emiten'/><category term='tiga pilar sejahtera'/><category term='sanggau'/><category term='beras'/><category term='ban'/><category term='mie kering'/><category term='tayan'/><category term='perkebunan'/><category term='saham'/><category term='kalimantan barat'/><category term='indonesia'/><category term='natal argawan'/><category term='otomotif'/><category term='wika'/><category term='makanan'/><title type='text'>selamat pagi</title><subtitle type='html'>sekedar meninggalkan catatan dan mendokumentasikan cerita</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-5519576484770668884</id><published>2010-10-14T13:24:00.004+07:00</published><updated>2010-10-14T13:31:09.554+07:00</updated><title type='text'>Obligasi Adira oversubcribed 1,7 kali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TLajVMusYJI/AAAAAAAAAJQ/yz-ndd5WY1M/s1600/adira.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 298px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TLajVMusYJI/AAAAAAAAAJQ/yz-ndd5WY1M/s320/adira.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527785177233514642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;P&lt;/span&gt;erusahaan pembiayaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk,  mengklaim hasil penawaran obligasi seri IV 2010 mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 1,7 kali atau senilai Rp2,6 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir bulan lalu, Adira Finance menerbitkan lima seri obligasi dengan bunga tetap senilai Rp1,5 triliun yang memberi penawaran selisih imbal hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(yield)&lt;/span&gt; berkisar 7,11%-9,7%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan Adira Finance Yuky Hondojono mengatakan perusahaan tersebut belum memutuskan jumlah dana yang dihasilkan dari penerbitan obligasi tersebut, karena masih menunggu minat dari para investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belum tentu obligasi yang kita terbitkan nilainya Rp1,5 triliun, bisa diatasnya atau bisa dibawahnya. Tergantung pada minat investor,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan target pembiayaan baru akhir tahun lebih dari Rp20 triliun, dia menyatakan obligasi yang diterbitkan tersebut masih relatif kecil. Rencananya pengunaan dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan terutama pembiayaan konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diluar itu, tujuan kami menerbitkan obligasi sebenarnya untuk menjaga hubungan baik dengan para investor. Dengan target pembiayaan baru Rp20 triliun hingga akhir tahun, jumlah obligasi ini [Rp1,5 triliun] untuk membiayai konsumen selama 1 bulan saja mungkin masih kurang,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun peminat obligasi Adira Finance, Yuky menegaskan masih dominan oleh investor domestik, terutama dari kalangan institusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa penawaran awal (bookbuilding) penawaran obligasi milik perusahaan tersebut berakhir tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau itu datanya, masih ada di masing-masing penjamin emisi,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kuartal III/2010, perusahaan berkode emiten ADMF ini mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 21% atau senilai Rp1,1 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak Rp896 miliar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-5519576484770668884?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/5519576484770668884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=5519576484770668884' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5519576484770668884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5519576484770668884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/10/obligasi-adira-oversubcribed-17-kali.html' title='Obligasi Adira oversubcribed 1,7 kali'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TLajVMusYJI/AAAAAAAAAJQ/yz-ndd5WY1M/s72-c/adira.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-4107830826667331325</id><published>2010-10-12T20:12:00.003+07:00</published><updated>2010-10-14T13:21:02.279+07:00</updated><title type='text'>Krakatau Steel Siap Letuskan Amunisi Rp4,76 triliun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TLRgFDrCEjI/AAAAAAAAAJI/H_IX1mg2n7I/s1600/krakatau+steel.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 267px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TLRgFDrCEjI/AAAAAAAAAJI/H_IX1mg2n7I/s320/krakatau+steel.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527148282691850802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PT Krakatau Steel (KS), produsen baja pelat merah  berencana mencairkan fasilitas pinjaman perbankan senilai US$529 juta, setara Rp4,76 triliun yang akan dilakukan secara berahap guna memperkokoh struktur biaya ekspansi perusahaan hingga 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar mengatakan fasilitas perbankan tersebut belum digunakan semenjak perusahaan mengikat pinjaman dengan sejumlah perbankan, baik bank dalam negeri maupun luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami masih punya likuiditas pinjaman perbankan senilai US$529 juta yang bersumber dari bank domestik maupun bank asing. Nanti secara bertahap akan kita cairkan, ” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai akhir 2014, dia menuturkan industri baja terbesar di Indonesia ini butuh dana investasi hingga US$1,3 miliar atau Rp11,7 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi baja hingga 4,25 juta ton/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 2 tahun mendatang, perusahaan ini mengincar kapasitas produksi perseroan bertambah sekitar 27% atau setara 3,5 juta ton/tahun dibandingkan dengan kapasitas produksi rata-rata saat ini 2,75 juta ton/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur PT Mandiri Sekuritas Iman Rachman menyatakan dalam waktu dekat Krakatau Steel akan melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roadshow&lt;/span&gt; penawaran saham kepada investor asing di sejumlah negara, seperti Singapura, Hongkong, Amerika Serikat dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertindak selaku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;international selling agent&lt;/span&gt; penjualan saham Krakatau Steel di luar negeri, yakni Credit Suisse dan Deutsche Bank. Adapun penjamin emisi (underwriter) penawaran saham di dalam negeri yakni PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krakatau Steel melaksanakan masa penawaran awal (bookbuliding) yang dimulai 12 Oktober dan berakhir pada 22 Oktober 2010 dengan harga penawaran selama bookbuilding berkisar Rp800-Rp1.150.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada harga tersebut, BUMN ini meraup dana segar dari publik berkisar Rp2,52 triliun hingga Rp3,63 triliun untuk menopang kegiatan ekspansi perusahaan hingga 4 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, sekitar 35,8% dana hasil IPO ini dipakai untuk modernisasi dan ekspansi kapasitas produksi pabrik baja lembaran canai panas menjadi 3,5 juta ton yang diharapkan selesai pada 2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekitar 25% dana IPO dipakai membiayai pematangan lahan seluas 388 ha pada proyek pabrik baja terpadu PT Krakatau POSCO dan 15% untuk penyertaan modal bagi kedua anak usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga semester I/2010, Krakatau Steel membukukan laba bersih senilai Rp998 miliar, tumbuh 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-4107830826667331325?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/4107830826667331325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=4107830826667331325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/4107830826667331325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/4107830826667331325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/10/krakatau-steel-siap-letuskan-amunisi.html' title='Krakatau Steel Siap Letuskan Amunisi Rp4,76 triliun'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TLRgFDrCEjI/AAAAAAAAAJI/H_IX1mg2n7I/s72-c/krakatau+steel.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-6764033226015003396</id><published>2010-09-18T10:57:00.009+07:00</published><updated>2010-09-18T11:50:37.984+07:00</updated><title type='text'>Indeks redam kritik presiden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TJQ_Xpo1zsI/AAAAAAAAAIU/XF_ySlF7HkU/s1600/pasar+modal.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 281px; height: 188px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TJQ_Xpo1zsI/AAAAAAAAAIU/XF_ySlF7HkU/s320/pasar+modal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518105118982393538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;T&lt;/span&gt;erganggukah kegiatan pasar modal setelah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyentil otoritas bursa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir pekan ini, apa yang disampaikan presiden sama sekali tak berdampak pada kegiatan bursa, terutama sehari setelah kritik dilontarkan yang bertepatan dengan pembukaan perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kritik presiden menyangkut lamanya waktu libur yang ditetapkan otoritas bursa, tidak mengakibatkan pasar modal lesu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Presiden SBY meyakini libur panjang pasar modal berpotensi menganggu aktivitas ekonomi dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu (15/09), selang sehari setelah libur panjang, pelaku pasar modal seolah ingin menepis keraguan kepala negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks harga saham gabungan (IHSG) melaju pada track yang cukup positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan hari pertama tersebut, indeks mengukir rekor baru di level 3.357,03 naik 3,9% dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelum libur panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sempat melemah pada perdagangan hari kedua, akibat aksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;profit taking&lt;/span&gt;, indeks kembali menunjukan keperkasaan pada penutupan perdagangan akhir pekan (17/09) dengan menyentuh level 3.384,65 atau menguat 1,29% dibandingkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan pasar pada pergerakan nilai tukar rupiah  yang masih stabil diperdagangkan pada kisaran Rp8.985 serta membaiknya komoditas tambang di pasar global, menjadi faktor yang mempengaruhi penguatan indeks hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analis PT Henan Putihrai Thombos Sitanggang mengatakan derasnya dana dari investor asing yang masih mengalir turut menopang penguatan nilai tukar rupiah, sehingga indeks turut terangkat pada penutupan perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau dilihat pemicu penguatan indeks terlihat dari penguatan rupiah, kondisi pasar regional juga cukup baik dan Eropa membaik, terutama penguatan harga komoditas tambang di pasar global,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada disampaikan Kepala Riset Valbury Securities Krishna Dwi Setiawan . Menurut dia  aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik di tengah kondisi bursa global dan regional Asia yang fluktuatif, memberi respons positif penguatan indeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik itu, lanjutnya  aliran dana asing ini dipengaruhi "iming-iming" tingkat bunga rupiah terhadap dolar yang masih cukup tinggi serta keyakinan investor asing pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai transaksi beli bersih asing tercatat sebesar Rp314,54 miliar dengan total nilai perdagangan saham yang tercatat mencapai Rp6,51 triliun, meningkat dibandingkan dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya sebesar Rp6,02 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi beli oleh investor asing tercatat Rp1,94 triliun, sementara aksi jual Rp1,62 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun aksi korporasi PT Bakrie Telecom Tbk yang berencana mengambil alih pengelolaan divisi usaha telepon berbasis CDMA Flexi milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, tidak menopang pergerakan indeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham yang menopang penguatan indeks diantaranya saham Bank Mandiri, BCA, Bumi Resources dan Adaro Energy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penutupan perdagangan, saham Bakrie Telecom (BTEL) mengalami penguatan 2,44% ke level 210, sementara saham Telekomunikasi Indonesia naik 0,54% di level 9.250.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-6764033226015003396?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/6764033226015003396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=6764033226015003396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/6764033226015003396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/6764033226015003396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/09/indeks-kian-melaju.html' title='Indeks redam kritik presiden'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TJQ_Xpo1zsI/AAAAAAAAAIU/XF_ySlF7HkU/s72-c/pasar+modal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-8914400925327331077</id><published>2010-09-01T19:20:00.004+07:00</published><updated>2010-09-01T19:30:21.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gajah tunggal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penjualan ban'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otomotif'/><title type='text'>Penjualan ban Gajah Tunggal bisa tembus Rp9,92 triliun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH5HHt7OAGI/AAAAAAAAAH0/mUGO0XnOdoE/s1600/gajah+tunggal.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 156px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH5HHt7OAGI/AAAAAAAAAH0/mUGO0XnOdoE/s320/gajah+tunggal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511921191860699234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;P&lt;/span&gt;rodusen ban merek GT Radial, PT Gajah Tunggal Tbk mematok target penjualan bersih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(net sales)&lt;/span&gt; tahun ini mencapai Rp9,92 triliun, naik sekitar 20%-25% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar Rp7,94 triliun.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Direktur dan Sekertaris Perusahaan PT Gajah Tunggal Tbk Catharina Widjaja mengatakan proyeksi kenaikan penjualan tersebut ditopang dengan target penjualan ban tahun ini yang diperkirakan mencapai lebih dari 30 juta ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penjualan ban kira-kira naik 20%, jadi tahun ini jumlah penjualan ban mencapai 30 juta. Sementara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;net sales&lt;/span&gt; tumbuh 20%-25% hingga akhir tahun ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjelaskan pertumbuhan pasar otomotif dalam negeri serta membaiknya iklim perekonomian global berpengaruh pada pencapaian kinerja perusahaan, jika dibandingkan dengan kinerja perseroan beberapa tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resesi ekonomi pertengahan 2008 hingga penghujung 2009 cukup berdampak pada penjualan ban perseroan, terutama produk ban yang berorientasi ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan saat ini, perseroan mengandalkan 60% penjualan ban di pasar domestik dan 40% untuk pasar ekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Keyakinan kami ekspor tahun ini akan lebih baik dibandingkan dengan 2009, karena adanya peningkatan volume permintaan dari Amerika dan Timur Tengah,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjaganya perekonomiuan dalam negeri sepanjang tahun ini, menyebabkan perusahaan dengan kode emiten GJTL ini meraup laba bersih senilai Rp415 miliar di semester I/2010. Jumlah tersebut lebih tinggi 186,74% dibandingkan dengan laba bersih semester I/2009 sebesar Rp144,73 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang mendorong kenaikan laba bersih ini, diantaranya kenaikan laba usaha semester pertama tahun ini hingga Rp668,14 miliar, dibandingkan dengan periode serupa 2009 sebesar Rp242,97 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan perseroan semester I/2010 tercatat naik 27,25%, senilai Rp4,81 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,78 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, perseroan ini membukukan laba bersih sebesar Rp905,33 miliar, setelah setahun sebelumnya mencetak kerugian hingga Rp624,79 miliar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-8914400925327331077?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/8914400925327331077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=8914400925327331077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8914400925327331077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8914400925327331077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/09/penjualan-ban-gajah-tunggal-bisa-tembus.html' title='Penjualan ban Gajah Tunggal bisa tembus Rp9,92 triliun'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH5HHt7OAGI/AAAAAAAAAH0/mUGO0XnOdoE/s72-c/gajah+tunggal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-8629274825836738976</id><published>2010-09-01T09:49:00.005+07:00</published><updated>2010-09-01T09:59:50.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalimantan barat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sanggau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal argawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tayan'/><title type='text'>Proyek Tayan sumbang Rp523,3 miliar penerimaan Wika di 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH3AGzeC7ZI/AAAAAAAAAHs/CiQAR_Kp2_M/s1600/wika.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 270px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH3AGzeC7ZI/AAAAAAAAAHs/CiQAR_Kp2_M/s320/wika.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511772742099332498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmagang%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmagang%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cmagang%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page WordSection1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.WordSection1 	{page:WordSection1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;PT Wijaya Karya (Wika) Tbk, BUMN konstruksi, mengincar penerimaan sebesar Rp523,3 miliar di tahun pertama kerjasama pembangunan pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sekertaris Perusahaan Wika Natal Argawan mengatakan perseroan telah menandatangani kerjasama proyek tersebut dengan Tsukishima Kikai Co.Ltd dan PT Nusantara Energi Abadi (Nusea) dengan jangka waktu pengerjaan proyek selama 36 bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Adapun nilai investasi yang dikucurkan Wika untuk proyek tersebut mencapai US$175,01 juta atau setara dengan Rp1,57 triliun dari seluruh nilai kontrak, dengan fokus pekerjaan meliputi pembangunan fasilitas energi dan gedung administrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;“Proyek ini baru bisa memberikan nilai pendapatan dan dibukukan di 2011, besarannya sekitar sepertiga dari nilai investasi yang dikucurkan. Investasi kita sekitar 55,91% dari nilai proyek. Kalau komposisi Nusea dan Tsukishima kami belum mengetahui secara persis,” ujarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dia menjelaskan pabrik CGA tersebut dibangun diatas lahan seluas 36,41 ha dengan kapasitas produksi 300.000 ton per tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dengan ditandatanganinya kerjasama tersebut, dia menjelaskan ketiga konsorsium Tsukishima Kikai Co.Ltd, Nusea dan Wika ditargetkan menyerahkan proyek kepada PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) pada Desember 2013.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;PT Indonesia Chemical Alumina merupakan anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Lewat perolehan kontrak kerja ini, Natal menambahkan perseroan berhasil membukukan kontrak baru senilai Rp4,79 triliun hingga Agustus 2010.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Perseroan mematok target meraup kontrak baru hingga Rp10 triliun tahun ini, lebih tinggi 26,58% dibandingkan nilai target tahun lalu sebesar Rp7,9 triliun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;“Realisasi kontrak kita tahun lalu mencapai Rp10,2 triliun, melebihi target yang kita patok,” tuturnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Adapun total nilai kontrak yang dihadapi (order book) sampai dengan Agustus 2010 telah mencapai Rp15,5 triliun atau 74,52% dari proyeksi tahun ini sebesar Rp20,8 triliun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Pada semester I/2010, Wika berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih 30% atau senilai Rp122,2 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp94 miliar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-8629274825836738976?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/8629274825836738976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=8629274825836738976' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8629274825836738976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8629274825836738976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/09/2011-wika-klaim-tayan-beri-pendapatan.html' title='Proyek Tayan sumbang Rp523,3 miliar penerimaan Wika di 2011'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH3AGzeC7ZI/AAAAAAAAAHs/CiQAR_Kp2_M/s72-c/wika.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-8396559305568924183</id><published>2010-08-26T19:54:00.003+07:00</published><updated>2010-08-26T19:59:34.169+07:00</updated><title type='text'>BTN pede Kinerja Kredit Lampaui Target</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/THZk8YLzVaI/AAAAAAAAAHk/OYz4hrKnYoM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 247px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/THZk8YLzVaI/AAAAAAAAAHk/OYz4hrKnYoM/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509702182581261730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk optimistis penyaluran kredit pada semester II/2010 lebih dari Rp12triliun, mempertimbangkan kinerja semester I/2010 yang telah terdistribusi hingga 60% dari target penyaluran kredit tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menyatakan target penyaluran kredit BTN pada 2010 mencapai Rp20 triliun, naik 30% dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp16 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Target kami tahun ini Rp20 triliun, itu akan terlampaui. Kenapa saya berani mengatakan hal itu, sampai dengan posisi semester pertama tahun ini sudah mencapai 60% dan biasanya kita hampir double sampai akhir tahun,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu kinerja perseroan yang diperoleh di semester pertama tahun ini, proyeksi penyaluran kredit BTN hingga akhir 2010 mencapai kisaran Rp24 triliun atau lebih tinggi 20% dari target yang dipatok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, Iqbal menambahkan keyakinan itu sejalan dengan komitmen pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang akan menyelesaikan tunggakan kredit pemilikan rumah sederhana (KPRSh) dan kredit pemilikan rumah susun sederhana milik (rusunami) di sejumlah bank penyalur kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita bank penyalur KPR terbesar dengan pangsa pasar 97% dari seluruh kredit rumah bersubsidi. Beberapa tunggakan kredit, seperti rusunami di 2008-2009 sekarang sudah mulai dibayar, begitu pula landed house tahun ini juga dijanjikan akan selesai seluruhnya,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Kemenpera telah menyiapkan dana sebesar Rp416 miliar untuk merampungkan seluruh tunggakan kredit RSh dan rusunami, sebelum mulai mengimplementasikan skema subsidi perumahan melalui pola fasilitas likuiditias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010, Kemenpera mengalokasikan Rp2,6 triliun untuk menerapkan subsidi perumahah dengan skema fasilitas likuiditas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain target penyaluran kredit, BTN menargetkan dana pihak ketiga (DPK) di 2010 akan mencapai Rp40,2 triliun, jumlah ini naik antara 12%-15% dibandingkan dengan 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen yakin tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap terjaga di level 2,7%, jauh dari angka aman yang ditetapkan Bank Indonesia paling tinggi 5%.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-8396559305568924183?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/8396559305568924183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=8396559305568924183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8396559305568924183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8396559305568924183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/08/btn-pede-kinerja-kredit-lampaui-target.html' title='BTN pede Kinerja Kredit Lampaui Target'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/THZk8YLzVaI/AAAAAAAAAHk/OYz4hrKnYoM/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-6649960595946355400</id><published>2010-08-22T19:29:00.004+07:00</published><updated>2010-09-01T19:32:58.577+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tiga pilar sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saham'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beras'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie kering'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='emiten'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perkebunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mie telor'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AISA'/><title type='text'>Bisnis Beras Genapkan Misi Tiga Pilar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH5H3sKZ_uI/AAAAAAAAAH8/gBbksJQ7Gok/s1600/TPS.jpeg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 194px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH5H3sKZ_uI/AAAAAAAAAH8/gBbksJQ7Gok/s320/TPS.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511922016021249762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk melebarkan sayap bisnis ke bidang komoditi beras, setelah berhasil menancapkan kekuatan industrinya sebagai salah satu perseroan yang matang di bidang makanan dan perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Meski lini industri komoditi beras termasuk hal baru, perusahaan yang dipimpin Joko Mogoginto ini mematok bisnis ini akan mampu mendongkrak penjualan perseroan hingga 38% dari nilai penjualan total yang dipatok mencapai Rp986,13 miliar akhir tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk Sjambiri Lioe mengatakan pada tahun pertama memulai bisnis ini, pihaknya menargetkan mampu menjual antara 70.000-75.000 ton beras.&lt;br /&gt;Sebagai tahap awal menjalankan diversifikasi lini bisnis barunya tahun ini, perseroan menyiapkan dana sedikitnya Rp100 miliar yang sebagian besar dipakai untuk sewa gudang tempat penyimpanan beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini tidak termasuk belanja modal kita tahun ini. Karena bisnis baru kita ini termasuk bisnis barang komoditi,perbankan cukup mudah memberi pinjaman. Kira-kira Rp100 miliar yang kita keluarkan untuk modal kerja, sewa gudang penyimpanan dan lainnya,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bisnis komoditi beras ini, perseroan menggandeng Induk Koperasi Usaha (Inkud) di 27 lokasi yang tersebar di sembilan provinsi. Adapun tahun ini, perseroan baru mengambil beras di tujuh lokasi pada dua provinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sjambiri menegaskan pihaknya tidak ingin terjebak pada besaran target yang dipatok perseroan dalam mengembangkan sayap bisnis barunya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan jumlah target 70.000-75.000 ton itu sepertinya jumlah besar, tapi kita harus lihat juga produksi beras nasional. Produksi padi kita tahun ini mencapai 64 juta ton, taruhlah yang dikonversi ke beras itu 0,65-0,67, jumlah ini masih relatif kecil,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Direktur PT Tiga Pilar Sejahtera Joko Mogoginto menambahkan sayap usaha ini semakin memantapkan pilar usaha perseraon ini yang sebelumnya fokus di bidang makanan, seperti pembuatan mie kering dan permen serta satu bidang usaha perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan demikian pilar kita saat ini makanan, perkebunan dan beras. Sementara kita punya bisnis power plant dan kita jual, kami tidak masukkan sebagai salah satu pilar kita saat ini. Tetap kita masukkan tetapi bukan utama, kontribusinya masih kecil,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang semester I/2010, perusahaan yang pabrik produksinya berada di Masaran Sragen Jawa Tengah ini membukukan nilai penjualan hingga Rp302,74 miliar atau naik 5,84% dibandingkan dengan semester I/2009 sebesar Rp286,04 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningaktan penjualan ini berkontribusi pada naiknya pendapatan bersih perseroan hingga 25,25% menjadi Rp24,75 miliar di semester pertama tahun ini, setelah periode sama sebelumnya mencetak pendapatan bersih Rp19,76 miliar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-6649960595946355400?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/6649960595946355400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=6649960595946355400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/6649960595946355400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/6649960595946355400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/08/bisnis-beras-genapkan-misi-tiga-pilar.html' title='Bisnis Beras Genapkan Misi Tiga Pilar'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TH5H3sKZ_uI/AAAAAAAAAH8/gBbksJQ7Gok/s72-c/TPS.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-7707518720758766354</id><published>2010-08-17T23:34:00.004+07:00</published><updated>2010-09-18T12:02:37.869+07:00</updated><title type='text'>Pasar lebih pede timbang Pak Beye</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TJRHwSpFtRI/AAAAAAAAAIc/Vo2W3X1W2AI/s1600/presidenSBY.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 180px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TJRHwSpFtRI/AAAAAAAAAIc/Vo2W3X1W2AI/s320/presidenSBY.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518114338399171858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:webdings;font-size:180%;"  &gt;P&lt;/span&gt;emerintah telah mengumumkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2011 yang disampaikan secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan parlemen, Senin 16 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Asumsi makro yang disampaikan pemerintah mengacu pada kondisi perekonomian domestik dan internasional dengan komposisi pertumbuhan ekonomi dipatok 6,3%, laju inflasi di kisaran 5,3%, suku bunga Bank Indonesia tetap bertahan di level 6,5% serta nilai tukar rupiah Rp9.300.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan asumsi makro RAPBN 2010, saat itu pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5%, laju inflasi 5%, nilai tukar rata-rata per dolar AS sebesar Rp10.000, praktis yang diumumkan presiden awal pekan ini memberi kepercayaan bagi pelaku pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam pidatonya, Presiden SBY optimistis dengan arah perkembangan yang positif pertumbuhan ekonomi  di 2010 ini, diperkirakan dapat mencapai 6,0 persen, lebih tinggi dari perkiraan semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan pemerintah dengan asumsi makro yang disusun, rupanya cukup ditanggapi dingin oleh pelaku pasar. Sejak diumumkan nota keuangan tersebut, indeks saham masih berjalan gontai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menembus level 3.100, laju indeks masih terlihat perlahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah sesi wawancara, Kepala Riset PT Mega Capital Indonesia Danny Eugene menyatakan pemerintah kurang berani melakukan penetrasi dengan mematok asumsi makro yang lebih pro-pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat dari sisi asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar masih cukup tinggi di level Rp9.300, sementara pemerintah di 2011 kemungkinan masih akan kebanjiran "hot money" dari kalangan investor yang ingin berinvestasi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;short term&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya halnya tahun ini, pemerintah masih mengandalkan instrumen penerbitan surat berharga negara (SBN) sebagai penopang pendapatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini berpotensi mendorong permintaan terhadap rupiah yang cukup tinggi, seiring minat investor asing cukup besar menggelontorkan dana segarnya membeli SBN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semestinya nilai tukar bisa Rp8.500-Rp8.700," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku pasar rupanya lebih optimistis ketimbang SBY, mengingat kemungkinan peluang naiknya posisi invesment grade Indonesia ke level yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya investment grade ini seolah memberi sinyal, mulai membaiknya kepercayaan pemodal berinvestasi di dalam negeri, meskipun skala investasinya masih akan banyak terjadi di pasar uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun deretan angka yang disampaikan ini masih sebatas asumsi dan masih berpeluang direvisi, kebijakan yang ditempuh pemerintah terkesan masih cukup hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dalam setiap pidato maupun sambutannya, presiden selalu memberi instruksi, pesan dan himbauan. Mari kita pertajam fokus dan prioritas alokasi belanja negara untuk mencapai empat pilar pembangunan kita, yaitu: pro pertumbuhan ekonomi; pro penciptaan lapangan kerja; pro pengentasan kemiskinan; dan pro lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan sejenis dan berulang yang sering terucap sejak 2004 lalu. Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-7707518720758766354?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/7707518720758766354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=7707518720758766354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/7707518720758766354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/7707518720758766354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2010/08/pasar-lebih-pede-timbang-pak-beye.html' title='Pasar lebih pede timbang Pak Beye'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/TJRHwSpFtRI/AAAAAAAAAIc/Vo2W3X1W2AI/s72-c/presidenSBY.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-8580668548211338338</id><published>2009-07-26T17:08:00.008+07:00</published><updated>2009-07-30T21:44:23.209+07:00</updated><title type='text'>Bromo, Kaki Langit Nan Eksotis</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;T&lt;/span&gt;irai pagi belum sepenuhnya terbuka, kabut yang menyelimut pekat, rapat menutup panorama kawah di kaki Gunung Bromo Jawa Timur. &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Meski dingin datang menghajar, kekuatan hati untuk menyaksikan keindahan alam Gunung Bromo memang tak akan pernah menyurutkan niat, terlebih langkah kaki.&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SnGvavc6T1I/AAAAAAAAAHI/NMlV73HCbHc/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364261505124159314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 205px; CURSOR: hand; HEIGHT: 143px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SnGvavc6T1I/AAAAAAAAAHI/NMlV73HCbHc/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Matrikulasi simetris yang biasa dilahirkan Gunung Bromo, Batok dan Semeru merupakan jajaran kosmologi alam yang cukup menawan, indah dan menggetarkan seluruh kalbu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kawasan wisata Gunung Bromo yang berlokasi di Dusun Ngadisari Kabupaten Probolinggo, boleh jadi menjadi satu tempat wisata alam yang paling menawan di Tanah Air atau bahkan hingga menyentuh bibir mancanegara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat pagi menjemput dari kawasan sekitar penanjakan, 30 menit perjalanan dari Ngadisari, kita dapat menyaksikan terbitnya mentari, lengkap dengan hiasan semburat warna kaki langit yang&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SnGvtGTH41I/AAAAAAAAAHQ/1x9GtSDMqhc/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364261820494766930" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 127px; CURSOR: hand; HEIGHT: 209px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SnGvtGTH41I/AAAAAAAAAHQ/1x9GtSDMqhc/s320/5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; menemani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rona biru langit, sedikit terselip warna orange dengan selimut kabut yang membingkai, menjadi sebuah sumber inspirasi kedamaian jiwa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Udara dingin yang membungkus kulit terabaikan, saat penggemar fotografi berkumpul mengadu shutter ditengah golden moment.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti yang saya rasakan dengan rekan-rekan Komunitas Fotografer Semarang (KFS), ketika untuk kali kedua menyambangi lokasi itu, setelah sebelumnya dilakukan pada Agustus 2007.&lt;/p&gt;&lt;div&gt;Bersama 24 orang pecinta fotografi, sedikit demi sedikit kami mengabadikan keindahan Bromo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;"Dari sudut manapun Bromo memang tetap mempesona," ujar salah seorang kawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harus diakui, Bromo adalah magnet pariwisata paling besar bagi Pemerintah Kabupaten Probolinggo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan hanya itu, Bromo adalah sumber penghidupan bagi warga Tengger, warga asli di sekitar lereng gunung itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ramainya kunjungan wisata ke Gunung Bromo, mengubah sedikit aktivitas masyarakatnya yang bergantung dari sektor pertanian, beralih ke layanan jasa wisata. Ada yang mulai menyewakan rumah tinggal (homestay) atau bisnis menyewakan jeep hingga kuda tumpangan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah romantisme &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SnGwWgs5aGI/AAAAAAAAAHY/JggO7Ujrc10/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364262531956828258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 227px; CURSOR: hand; HEIGHT: 154px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SnGwWgs5aGI/AAAAAAAAAHY/JggO7Ujrc10/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;alam khas Bromo, terkadang saat tenggelam dalam larut pagi itu, kita akan merasa betapa kecilnya manusia dihadapan Sang Khalik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jagat raya nan megah, merupakan buah tangan kuasa Tuhan yang terkadang tak bisa diterima oleh logika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi siapa pun, dari kalangan mana pun, Gunung Bromo adalah sumber inspirasi, baik inspirasi batin dan logika bagi siapapun yang ingin menyaksikan kebesarannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan sampai kapanpun, Bromo akan membawa nuansa kekaguman dan keindahan itu. &lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;naskah dan foto by : Stefanus Arief Setiaji&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Sebuah catatan pada 30 Juli 2009&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-8580668548211338338?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/8580668548211338338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=8580668548211338338' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8580668548211338338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8580668548211338338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2009/07/bromo-kaki-langit-nan-eksotis.html' title='Bromo, Kaki Langit Nan Eksotis'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SnGvavc6T1I/AAAAAAAAAHI/NMlV73HCbHc/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-630502650867787356</id><published>2009-02-17T17:52:00.003+07:00</published><updated>2009-02-17T18:22:43.779+07:00</updated><title type='text'>Selamat Datang di Liga Polda Jateng</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;artai Persis Solo kontra Gresik United yang berkesudahan imbang 1-1 pekan lalu, bisa jadi akan dikenang sebagai pertandingan sepakbola teraneh di jagat sepakbola dalam negeri. Pertandingan ini sendiri cukup mendapat perhatian, karena disaksikan langsung oleh Kapolda Jateng Alex Bambang Riatmodjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama dalam sejarah sepakbola Indonesia, dua orang pemain yang terlibat perkelahian dilapangan langsung ditangkap polisi. Bahkan, dua pemain itu kini ditahan di Poltabes Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya pertandingan itu berjalan biasa saja, seperti halnya sepakbola dalam negeri yang cukup membosankan. Tetapi, saat jatuh pada menit ke-62, beberapa pemain saling berkejaran dilapangan, beberapa diantaranya melepas bogem mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit sempat menghentikan pertandingan, beberapa aparat bersiaga dari pinggir lapangan. Namun, tiba-tiba saja Kaploda Jateng turun ke lapangan dan meminta anak buahnya menangkap dua pemain yang terlibat baku hantam dilapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penangkapan sempat gagal, karena dihalangi beberapa offisal dari kedua kesebelasan. Pertandingan itu sempat dilanjutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai peluit panjang, Kapolda memerintahkan kedua pemain yakni Nova Zaenal (Persis Solo) dan Bernard Mamodon (GU) ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolda beringsut, penangkapan itu sesuai prosedur karena kedua pemain memancing suasana tidak kondusif. Melalui proses pemeriksaan, dua pemain itu pun resmi ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah potret muram sepakbola dalam negeri yang selalu bermimpi menjadi sebuah industri. Dalam sebuah pertandingan, terlebih sepakbola, semua aturan sudah digariskan secara jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur organisasi sepak bola Indonesia, PSSI-pun memiliki lembaga yang harus menyelesaikan dan mengkaji perosalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk PSSI memiliki sayap cabang bernama Komisi Disiplin, semestinya mereka yang lebih berhak melakukan pemeriksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, sebelum pertandingan dimulai, sambutan Kaploda Jateng yang disampaikan di arena sudah melanggar ketentuan profesionalitas sepakbola. Dalam hal ini, kapolda justru menciderai etika profesinalitas olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor keamanan memang ranah kepolisian, tetapi arena pertandingan adala ranah Badan Liga Indonesia (BLI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, pertandingan Persis vs Gresik United bukan pertandingan tarkam yang memperbutkan piala Kapolda. Ini liga bung, semua sudah ada mekanisme. Tidak bisa dikaitkan unsur politis dan lainnya dalam tirani olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kejadian itu dianggap penganiyaan, bagaimana dengan olah raga tinju..?? Apakah kasus meninggalnya beberapa petinju di ring, diusut pihak kepolisian...?? tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga, tetap olahraga...penganiyaan menjadi beda konteks kalau diluar arena olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari permasalahan itu semua, panitia pertandingan pun kurang tegas. Kehadiran Kapolda Jateng diantara penonton, semestinya tetap diberlakukan sejajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pejabat, bukan berarti waktu khusus yang sengaja didesain atau diminta  diberikan kepada beliau, meski isi yang disampaikannya pun tak jauh dari upaya menciptakan pertandingan olah raga yang aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepakbola adalah olahraga, pemain sepakbola bukan pelaku kriminalitas selama itu terjadi di arena pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami konteks hukum di negeri ini memang runyam dan semoga tidak semakin runyam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-630502650867787356?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/630502650867787356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=630502650867787356' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/630502650867787356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/630502650867787356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2009/02/selamat-datang-di-liga-polda-jateng.html' title='Selamat Datang di Liga Polda Jateng'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-1195500037524994156</id><published>2009-01-10T12:33:00.011+07:00</published><updated>2009-01-10T14:05:43.484+07:00</updated><title type='text'>Sang Gerbong, Kawan yang Menjadi Tambatan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:webdings;font-size:180%;"  &gt;L&lt;/span&gt;engking peluit petugas perjalanan kereta api (PPK), membelah kesunyian di Stasiun Solo Jebres. Laju kereta Prambanan Ekspres (Prameks) jurusan Solo-Yogyakarta merangkak pelan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Kian lama, deru mesinnya samar terbawa angin. Pemandangan di atas rel hanya menyisakan rangkaian gerbo&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SWhBJnJmB6I/AAAAAAAAAGc/bU-AE-ucgaw/s1600-h/kereta_3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 172px; height: 273px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SWhBJnJmB6I/AAAAAAAAAGc/bU-AE-ucgaw/s320/kereta_3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289549395730499490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ng Solo Bengawan yang tengah disolek oleh beberapa petugas kebersihan yang setiap hari bertugas di stasiun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amat Subekti, tak begitu tinggi perawakannya dan cenderung kurus, memegang sebuah gagang pel dan tengah berusaha menjangkau bagian badan gerbong kereta Senja Bengawan yang agak tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali tangannya meraih selang panjang yang sudah tersambung dengan kran air, lalu menyemprotkan ke badan kereta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas itu setiap hari dilakukannya. Bersama dengan tujuh orang rekannya yang lain, pekerjaan sebagai tukang kebersihan kereta api telah dijalaninya selama empat tahun terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lajang tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo tersebut, mengaku sangat menikmati pekerjaannya itu. Meski panas menyengat, muncul kesan semangat dari wajahnya saat membersihkan sedikitnya delapan gerbong dari rangkaian kereta Senja Bengawan yang kala itu menjadi kawan sepermainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari paling tidak ada tiga rangkaian kereta yang harus dibersihkan," ujarnya saat saya menghampiri dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, upah yang didapatkan untuk sekali membersihkan satu rangkaian kereta, berkisar Rp25.000-Rp30.000 per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merinci, "Satu rangkaian kereta upahnya Rp5.000, sedangkan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngobat&lt;/span&gt; satu gerbong Rp2.500," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngobat&lt;/span&gt;, seperti yang dikatakannya berarti membersihkan dinding kiri-kanan kereta. Ada beberapa istilah lainnya, seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngatap&lt;/span&gt; itu berarti membersihkan kotoran di bagian atas kereta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SWhBcKIOXBI/AAAAAAAAAGk/aPueQSi8ggo/s1600-h/kereta_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 293px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SWhBcKIOXBI/AAAAAAAAAGk/aPueQSi8ggo/s320/kereta_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289549714357640210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari ajakan kawannya, Amat- begitu biasa ia disapa, harus memilih untuk menjalani pekerjaan itu ditengah sulitnya mencari peluang kerja di negeri ini, terlebih dengan status ijasahnya yang hanya tamatan SMP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, sejak pukul 05.30 Wib, dia sudah harus bersiaga di dipo stasiun, menanti rangkaian kereta Argo Lawu yang menanti dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tugas di rangkaian Argo Lawu usai, mulai pukul 08.30 Wib, rangkaian kereta Senja Benagawan sudah menantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, rangkaian kereta lainnya yang terparkir di dipo Stasiun Solo Jebres, sering menanti kegesitan tangannya untuk dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang kadang membuatnya gembira, saat musim Lebaran tiba, biasanya dia mendapatkan upah lebih serta diberi bingkisan dari pihak stasiun maupun manajemen yang menaungi dia bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SWhBpZ9HklI/AAAAAAAAAGs/Kmeg4HooIuY/s1600-h/kereta_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 278px; height: 185px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SWhBpZ9HklI/AAAAAAAAAGs/Kmeg4HooIuY/s320/kereta_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289549941944324690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Potret aktivitas nyata Amat Subekti, hanyalah sepenggal rentetan cerita dari kisah orang-orang yang memiliki jasa, tapi sering dipandang sebelah mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita menikmati perjalanan kereta dengan layanan kebersihan yang ditawarkan, sosok Amat Subekti-lah mungkin yang berada dibalik kenyamanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam sudah menunjukan pukul 19.00 Wib, saatnya bagi Amat Subekti beranjak pulang, setelah satu rangkaian kereta Dwipangga usai dibersihkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok pagi, dia harus kembali menepi. Berkawan dengan selang air, kain pel lalu menari diatas rel diiringi alunan musik yang berasal dari deru kereta api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-1195500037524994156?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/1195500037524994156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=1195500037524994156' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/1195500037524994156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/1195500037524994156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2009/01/ketika-gerbong-menjadi-tambatan-hidup.html' title='Sang Gerbong, Kawan yang Menjadi Tambatan Hidup'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SWhBJnJmB6I/AAAAAAAAAGc/bU-AE-ucgaw/s72-c/kereta_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-8837652984684509847</id><published>2008-12-23T18:33:00.002+07:00</published><updated>2008-12-23T19:20:52.312+07:00</updated><title type='text'>Kampoeng Batik Laweyan di Tengah Meretas Kejayaan Masa Lalu</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;erbelanja dan berwisata. Itulah eksotika yang coba ditawarkan Kampoeng Batik Laweyan Kota Solo.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sesaat memasuki kawasan ini, pandangan kita langsung tersita oleh bangunan kuno yang diantaranya sudah lapuk termakan jaman. Terbengkalai namun tetap mempesona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SVDWbvKceDI/AAAAAAAAAGE/AQuJefpRC9Y/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 260px; height: 177px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SVDWbvKceDI/AAAAAAAAAGE/AQuJefpRC9Y/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282958134910679090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari aksen yang ditampilkan, lahir kesan repertoar yang menyiratkan kawasan tersebut pernah memiliki rentetan kejayaan dari sebuah sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sisi lain Solo. Ketika modernitas selangkah menapak, sebuah sentra industri batik yang pernah berjaya, kini perlahan tumbuh mengiringi jejak langkah peradaban kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampung Batik Laweyan, dari sebuah cerita yang terpetik pernah menyimpan sejarah kejayaan saudagar batik lewat KH. Samanhoedi. Untuk menghormati perannya dalam sejarah bangsa, dikawasan itu berdiri Museum Samanhoedi yang didirikan Yayasan Warna Warni milik Ny. Krisnina Akbar Tandjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas ini sendiri lahir pada 25 September 2004. Berangkat dari kesadaran sejumlah "saudagar muda" batik di kawasan itu untuk menawarkan sebuah konsep berbeda, memadukan konsep belanja dan wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan dengan kekuatan yang ada, sejumlah pengusaha batik mulai tumbuh kesadaran menjadikan kawasan itu sebagai sebuah aset pertumbuhan ekonomi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SVDWldjzBnI/AAAAAAAAAGM/sLRElhAhIk4/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 250px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SVDWldjzBnI/AAAAAAAAAGM/sLRElhAhIk4/s320/4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282958301983868530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyusuri gang di kawasan tersebut, sejumlah tanda petunjuk terlihat setia mengiring langkah pengunjung. Entah sekedar menikmati romantisme bangunan, melihat-lihat produk batik sampai melongok proses produksi batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pun diperkenankan untuk belajar membuat batik di lokasi ini, belajar memegang canting (alat untuk membatik) dan menggoreskannya dalam kain yang siap dijadikan bahan batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Masyarakat Kampoeng Wisata Batik Laweyan Alpha Fabela P, konsep kampung wisata ini akan terus dibenahi dengan menawarkan berbagai romantisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beberapa rumah kuno akan direnovasi, akan dijadikan semacam kafe atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lounge&lt;/span&gt;. Semuanya dengan nuansa kental batik," ujarnya saat penulis berkesempatan mengunjungi kawasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SVDWz_RC2WI/AAAAAAAAAGU/Ef2uQ7CggJY/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 269px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SVDWz_RC2WI/AAAAAAAAAGU/Ef2uQ7CggJY/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282958551550187874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Laweyan sekarang, dengan 2.500 jiwa warga yang berada disekitarnya tengah menata kembali puing-puing kehancuran. Membangun eksistensi sebagai sebuah kawasan yang akan memberikan nilai ekonomi, bukan hanya bagi Solo tapi bagi warga disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah tidak akan pernah usang, ketika sekelompok masyarakat tetap mampu memaknai dari lembar sejarah yang mungkin telah menjadi sekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kawasan inilah, Laweyan ingin bertutur "Lewat batik ada sebuah sebuah cerita, cerita tentang kejayaan masa lalu yang pernah merekah. Dari sini pernah lahir urat nadi ekonomi untuk sebuah bangsa,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-8837652984684509847?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/8837652984684509847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=8837652984684509847' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8837652984684509847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8837652984684509847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/12/b-erbelanja-sembari-berwisata_23.html' title='Kampoeng Batik Laweyan di Tengah Meretas Kejayaan Masa Lalu'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SVDWbvKceDI/AAAAAAAAAGE/AQuJefpRC9Y/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-4935507875341929499</id><published>2008-12-20T12:10:00.010+07:00</published><updated>2008-12-21T13:50:23.373+07:00</updated><title type='text'>Laskar NgeLAngi, Gado-Gado Menyegarkan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;D&lt;/span&gt;emam Laskar Pelangi. Buku pertama dari tetralogi karya Andrea Hirata itu memang cukup menyengat. Tanpa menisbikan karya sastra lain yang hadir, tapi boleh dibilang novel yang telah diadopsi ke layar lebar ini paling laris manis sepanjang tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUyQuJ1WqxI/AAAAAAAAAF0/l3AF-PRKhmk/s1600-h/PB_3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 274px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUyQuJ1WqxI/AAAAAAAAAF0/l3AF-PRKhmk/s320/PB_3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281755585586834194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu fenomenalnya novel Laskar Pelangi dengan polesan latar belakang kehidupan di Pulau Belitung, yang eksotik tidak mengherankan jika karya itu coba diolah ke dalam bentuk seni pertujukan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja, Andrea Hirata hadir di Teater Arena Taman Budaya Surakarta (TBS) Jumat malam (19 Desember 2008), entah sekedar senyum kecut atau riang tawa gembira sepanjang acara, bakalan muncul dari bibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita novel Laskar Pelangi yang sarat dengan pesan persahabatan serta riak perjuangan tokoh-tokoh cerita didalamnya yang haus akan ilmu pengetahuan tersebut, dibawa dengan alur bergenre drama parodi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kekuatan cerita parodi. Mengusung tuntas judul plesetan "Laskar NgeLAngi" tetapi cerita yang mengalir didalamnya mentransfer secara habis-habisan lakon Sam Pek Eng Tay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUyQXD1sbwI/AAAAAAAAAFs/MiRWZ9NPJZA/s1600-h/PB_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 253px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUyQXD1sbwI/AAAAAAAAAFs/MiRWZ9NPJZA/s320/PB_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281755188840656642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih menggelikan lagi, satu tokoh dalam cerita itu  menampilkan sosok Syeh Puji-tokoh asal Ambarawa Semarang yang sempat mencuat saat menikahi gadis berusia 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, untuk merunut cerita sesungguhnya, parodi ini mengolah semua kemasan sesuai aslinya maupun dibumbui kejadian sehari-hari dengan gaya yang ringan dan khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, untuk mewakili aroma Sam Pek Eng Tay-nya, pernak-pernik cerita yang dominan muncul didalamnya kental dengan aroma Tiongkok. Mulai dari tata panggung sampai kostum pemainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal bahasa, jangan kuatir dengan gaya sajian Paroden Basah. Memaksakan diri dengan bahasa Mandarin, pastinya mereka pun tak sanggup, alhasil dialog mandarin dengan sedikit aksen Indonesia tetapi lebih kental Jawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngoko&lt;/span&gt;-nya itulah yang memancing hadirnya tawa sekitar 300 penonton.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUyRBe7owCI/AAAAAAAAAF8/oOzCubpifME/s1600-h/PB_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 284px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUyRBe7owCI/AAAAAAAAAF8/oOzCubpifME/s320/PB_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281755917667844130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja personilnya, namanya cukup Njawa Hollywood diantaranya Mamang Tse, Leonarto, Budi Kocrit, Ira Irawan dan Angga Radio Rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dugaan saya sebelumnya, pertunjukan berdurasi dua jam itu akan mampu menyedot adrenalin tawa, seperti kemasan cerita Paroden Basah sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertunjukan itu usai, penonton pun sudah tak peduli alur cerita yang mengalir dan hubungan antara Laskar Pelangi-Sam Pek Eng Tay. Mereka hanya hadir demi memenuhi keceriaan, peduli pada kepuasan, tertawa lepas dan sesaat menyeberang dari rutinitas keseharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-4935507875341929499?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/4935507875341929499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=4935507875341929499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/4935507875341929499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/4935507875341929499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/12/laskar-ngelangi-gado-gado-yang.html' title='Laskar NgeLAngi, Gado-Gado Menyegarkan'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUyQuJ1WqxI/AAAAAAAAAF0/l3AF-PRKhmk/s72-c/PB_3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-3560693806496255372</id><published>2008-12-13T15:28:00.010+07:00</published><updated>2008-12-13T16:50:40.112+07:00</updated><title type='text'>Goyang Gergaji "Barisan Sakit Hati"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:georgia;font-size:180%;"  &gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;uluhan massa yang mengatasnamakan korban bencana banjir tahun 2007, tiba-tiba menduduki halaman Balaikota Solo, Kamis siang lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: georgia; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Mereka menuntut Pemerintah Kota Solo segera mencairkan bantuan bencana senilai Rp5 miliar yang pernah diserahkan kepada pemerintah setempat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa peserta aksi itu meneriakan, bantuan itu semestinya menjadi hak mereka, hak bagi korban bencana banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUN7e6t481I/AAAAAAAAAFU/TZVTDhQItjA/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 247px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUN7e6t481I/AAAAAAAAAFU/TZVTDhQItjA/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279198959296377682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para demosntran mendesak dapat menemui secara langsung Walikota Solo Joko Widodo maupun Wakil Walikota Hady Rudiatmo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pelaksana tugas (Plt) Sekertaris Daerah Pemkot Solo Supradi Kartamenawi menemui para pendemo, mereka enggan menyampaikan permasalahan itu kepada Sekda dan tetap menuntut dua pejabat teras Kota Solo itu langsung turun tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari tarik ulur negoasiasi itu, sedikit menarik permasalahan ke belakang, bantuan yang diberikan oleh presiden saat itu sebenarnya bukanlah bantuan murni dari institusi kepresidenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan yang diserahkan ke pemerintah daerah yang terkena bencana, yakni Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar dan Kota Surakarta, merupakan bantuan dari Departemen Sosial yang tidak seluruhnya dalam bentuk uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantuan tersebut diantaranya berupa bahan makanan dan peralatan evakuasi lainnya. Dan sepengatahuan penulis, tidak ada janji apapun yang dilontarkan oleh pemerintah memberikan bantuan uang kepada korban bencana dalam bentuk tunai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, tuntutan warga bantaran yang terlanda bencana banjir 2007 sebenarnya cukup salah alamat.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUOFLL_ZhAI/AAAAAAAAAFk/SE3A77lTMHg/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 275px; height: 176px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUOFLL_ZhAI/AAAAAAAAAFk/SE3A77lTMHg/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279209615452111874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sempat membuat penulis bertanya, mengapa aksi yang mereka gelar baru dilakukan saat ini, ketika Pemkot Solo bersama warga di sekitar bantaran gencar mensosialisasikan upaya relokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang Pemkot Solo pernah menjanjikan bantuan bagi korban bencana, entah dalam bentuk uang maupun santunan lainnya, semestinya mereka mempertanyakan itu sejak awal atau pertengahan tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keanehan ini membawa satu kesimpulan dibenak penulis, bahwa aksi jalanan yang mereka gelar itu (sangat memungkinkan) ditopang oleh "barisan sakit hati" yang  tengah merancang gerakan penggembosan terhadap duet Jokowi-Rudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan ini memang tengah gencar menyebarkan isu ke tengah publik dengan mengatasnamakan keberpihakan kepada kultur budaya Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku pembangunan yang saat ini gencar dilakukan di Solo, diantaranya pembangunan hotel, mall dan apartemen, dinailai tidak senafas dengan citra Solo sebagai kota budaya yang bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tinggal masyarakat menilai sendiri karakter pemimpin kotanya. Jangan sampai masyarakat dininabobokan oleh isu "tidak bermutu" yang ingin menggoyang anggun dan asrinya kedamaian di kota bengawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-3560693806496255372?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/3560693806496255372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=3560693806496255372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3560693806496255372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3560693806496255372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/12/goyang-gergaji-barisan-sakit-hati.html' title='Goyang Gergaji &quot;Barisan Sakit Hati&quot;'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SUN7e6t481I/AAAAAAAAAFU/TZVTDhQItjA/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-5871129897424703596</id><published>2008-12-07T18:41:00.007+07:00</published><updated>2008-12-08T16:20:55.346+07:00</updated><title type='text'>Secarik Kata dari Yogya</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;G&lt;/span&gt;ema takbir berkumandang dari kutub langit, terdengar begitu nyaring mengiringi gemercik gerimis yang membasahi Kota Yogyakarta sepanjang Minggu 7 Desember 2008.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sekelompok masyarakat, membelah lajur kota itu, berjalan beriring dengan meneriakan takbir kemenangan. Suara yang mereka perdengarkan, menusuk hingga sekat  hotel Indraloka Yogyakarta, tempat kami menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, masyarakat muslim di penjuru dunia merayakan hari raya kurban atau yang biasa  dikenal dengan Hari Raya Idul Adha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Hari Raya Idul Adha kepada saudara, kawan dan handai taulan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/STzNeAKTVsI/AAAAAAAAAE0/kwmM9fJFpYY/s1600-h/jalan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 270px; height: 171px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/STzNeAKTVsI/AAAAAAAAAE0/kwmM9fJFpYY/s320/jalan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277318778694358722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sengaja, enam orang penggemar fotografi dari Semarang, Solo dan Yogyakarta, sejak Minggu malam hingga Senin 8 Desember 2008, berkumpul. Menunggu datangnya pagi, saat ratusan masyarakat muslim di sekitar kawasan Parangkusumo Yogyakarta melaksanakan Sholat Ied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamparan pasir pantai yang membentang luas menjadi warna beda yang disajikan masyarakat di sekitar kawasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksotik, cantik dan mempesona...ketika ratusan orang tersebut berduyun-duyun membelah pagi di Parangkusumo. Nuansa yang lahir serasa di padang pasir, jauh dibelahan Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, cuaca yang tidak bersahabat, menjadikan mimpi kami menyaksikan dan mengabadikan tradisi Sholat Ied dihamparan padang pasir Parangkusumo itu buyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat beberapa warga mendatangi lokasi tersebut, sebelum akhirnya menyerah pada  guyuran hujan. Dan,  penggemar fotografi yang sejak pagi menantikan momen tersebut, harus menyerah pula pada kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Parangkusumo seolah melahirkan romantisme tersendiri bagi penggemar fotografi. Kontur tanah dengan bulir-bulir pasir yang dibawa ombak dan dihempaskan oleh angin, menjadikan kawasan tersebut serasa memiliki energi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/STzPOFcd8VI/AAAAAAAAAE8/PeH9jsSh5Us/s1600-h/mobil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 249px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/STzPOFcd8VI/AAAAAAAAAE8/PeH9jsSh5Us/s320/mobil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277320704258077010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Departemen Agama setempat menjadikan lokasi di sekitar kawasan itu sebagai arena untuk bermanasik haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fasilitas dibangun di kawasan yang memang cukup berdekatan dengan Pantai Parangtritis Yogyakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin memang nasib yang harus membawa kami, menyusuri kawasan ini dan berjumpa lagi dengan pemadangan indah di tempat itu  tahun nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-5871129897424703596?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/5871129897424703596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=5871129897424703596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5871129897424703596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5871129897424703596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/12/secarik-kata-dari-yogya.html' title='Secarik Kata dari Yogya'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/STzNeAKTVsI/AAAAAAAAAE0/kwmM9fJFpYY/s72-c/jalan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-6275610428028970181</id><published>2008-11-18T16:41:00.004+07:00</published><updated>2008-11-21T13:03:49.545+07:00</updated><title type='text'>Di Balik Bumi Sukolilo, Masihkah Ada Secercah Harapan ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;R&lt;/span&gt;encana investasi senilai lebih dari Rp3,5 triliun PT Semen Gresik, Tbk melalui pendirian pabrik semen di Kabupaten Pati, hingga saat ini boleh dibilang belum berjalan mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek fantastis yang diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kabupaten seluas 150.368 hektare itu, masih meninggalkan pro dan kontra di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang mendukung pembangunan pabrik semen yang rencananya akan memilih lokasi lahan di Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo itu, investasi SG merupakan kabar baik sebagai salah satu solusi mengatasi permasalahan sosial, khususnya masalah pengangguran di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagi mereka yang menancapkan bendera penolakan, berapa pun nilai investasi yang siap digelontorkan, hanya akan melahirkan kesengsaraan, karena hilangnya lahan pertanian yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pro dan kontra satu pembangunan di tengah bergulirnya iklim kebebasan di republik ini adalah hal biasa. Dan, hal itu selalu diagung-agungkan sebagai bagian dari terbentuknya nilai demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun melihat fakta yang terungkap di lapangan, sangat wajar jika penolakan pembangunan pabrik semen itu bertahan hingga sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati tahun 2007, Kecamatan Sukolilo merupakan daerah yang memiliki areal pertanian terluas di Bumi Mina Tani itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat produksi padi di daerah tersebut mencapai 77.477 ton berupa gabah kering giling (GKG) dengan luas panen 13.336 Ha dari 14.497 Ha luas lahan areal persawahan di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk produksi jagung, produksinya tercatat berjumlah 41.554 ton produksi pipilan kering (PPK), dengan luas panen 6.503 Ha dari total luas tanam 7.662 Ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua komoditi itu selam ini tingkat produksi terbesarnya disumbangkan dari Sukolilo dan satu lagi Kecamatan Kayen, yang juga masuk dalam peta terdampak pembangunan pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat data tersebut, mustahil jika Kecamatan Sukolilo ditetapkan sebagai daerah tandus dan kering oleh Pemkab setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten II Bidang Keuangan dan Pembangunan Pemkab Pati Desmon Hastiono saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, Kecamatan Sukolilo yang masuk dalam wilayah Pati selatan merupakan daerah kering yang lebih pas dikembangkan sebagai areal pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dia menuturkan sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati, Sukolilo ditetapkan sebagai daerah pertambangan. Meski, rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang RTRW itu belum disahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di Kota Semarang, sempat tersiar kabar jika analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang dilakukan oleh Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, hanya mengacu pada data-data sekunder tanpa melihat fakta serta keasrian di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Amdal yang disusun Undip tersebut telah berjalan selama satu tahun terakhir. Ini sangat bertolak belakang dengan pengumuman sosialisasi Amdal yang dipasang dan dibaca oleh ribuan warga di Sukolilo, sejak 8 Oktober 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi Amdal itu menyebutkan, masyarakat yang keberatan dan akan memberikan tanggapan terkait pembangunan pabrik semen itu, boleh memberikan masukan paling lambat 30 hari sejak pengumaman itu dipasang atau terakhir diterima pada  8 November 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kalau proses amdalnya sudah berjalan selama satu tahun, berguna buat apakah sosialisasi yang kelewat telat tersebut dipajang mesra di kantor kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Toh&lt;/span&gt;, seharusnya masyarakat jangan diajari untuk mengungkapkan satu kebohongan publik. dan, pola ini sepertinya yang ingin dimainkan oleh pengambil kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Sedhulur Sikep&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang menjadi korban dari rencana pembangunan pabrik semen ini adalah masyarakat adat setempat yang lebih dikenal dengan komunitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedhulur sikep&lt;/span&gt; atau masyarakat Samin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang warga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedhulur sikep&lt;/span&gt; mengaku, jauh sebelum isu pembangunan pabrik semen ini berhembus, warga di sekitar wilayah itu hidupnya tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah isu pabrik semen ini, warga hidupnya tidak tenang lagi," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelusuran, komunitas itu pun saat ini sudah terbelah. Antara yang mendukung dengan yang menolak rencana pendirian pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpecahnya komunitas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sedhulur sikep&lt;/span&gt; ini, mungkin tidak pernah terbayangkan dalam kurun waktu lima tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dalam satu kawasan Desa Batureja dengan jarak rumah antara satu pemangku adat dengan pemangku adat lainnya hanya terpisahkan kurang dari 500 meter, aroma perpecahan itu sudah tercium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah, salah satu kehilangan terbesar dari sebuah budaya kapitalisme. Runtuhnya nilai sosial dan hubungan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, semuanya tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-6275610428028970181?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/6275610428028970181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=6275610428028970181' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/6275610428028970181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/6275610428028970181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/11/rencana-investasi-senilai-lebih-dari.html' title='Di Balik Bumi Sukolilo, Masihkah Ada Secercah Harapan ?'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-8878140910614151164</id><published>2008-08-28T16:21:00.009+07:00</published><updated>2008-08-28T18:08:56.984+07:00</updated><title type='text'>Ruang Jazz Bagi Kawula Muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SLZzgDXnM1I/AAAAAAAAAEs/EX-7MLnQj7I/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SLZzgDXnM1I/AAAAAAAAAEs/EX-7MLnQj7I/s320/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239502210989503314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;B&lt;/span&gt;eruntung, mungkin boleh dibilang begitu. Saat konser &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Medco Green Energy Jazz&lt;/span&gt;, digeber di pelataran Institut Seni Indonesia (ISI) Surakara, Senin malam lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa muncul penegasan beruntung, karena siang sebelumnya, Kota Solo sempat basah oleh guyuran hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja hujan itu terus merembet hingga malam hari, rasanya nuansa kangen yang sudah dipatri &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SLZzNqE_HdI/AAAAAAAAAEc/npgr2b4PKjQ/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SLZzNqE_HdI/AAAAAAAAAEc/npgr2b4PKjQ/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239501894962847186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;oleh sejumlah penggemar musik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;highly class&lt;/span&gt; tersebut, tidak terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sore berganti gelap, ratusan penggemar jazz yang didominasi kawula muda, sudah menanti penuh sabar aksi Idang Rasjidi and the gangster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton itu rela duduk lesehan, saling berimpit bahkan ada yang berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakatau dan Mid Season, membuka sekat panggung malam itu yang ditata dengan apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua grup jazz Kota Solo yang digawangi kawula muda tersebut, cukup menjadi ajang pemanasan sebelum menuju pentas utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pesan moral yang ditampilkan dalam acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saatnya musik tidak sekedar dinikmati, tetapi mampu membawa pesan bagi kelestarian lingkungan. Kesadaran lingkungan adalah segala-galanya," ujar Idang Rasjidi mengawali konser berdurasi tiga jam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu pula, perwakilan Medco Grup, Iwan Ramlan menyerahkan secara simbolis bantaun 5000 bibit pohon kepada pihak ISI Surakarta.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SLZzWSjN2HI/AAAAAAAAAEk/sIzMlJ-YlsI/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 221px; height: 297px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SLZzWSjN2HI/AAAAAAAAAEk/sIzMlJ-YlsI/s320/2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239502043266013298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh disebut. Idang Rasjidi rupanya menyimpan sejuta talenta menemukan bakat-bakat muda dalam industri musik jazz Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser minus Lea Simanjuntak, yang semula diharapkan hadir itu, tidak lantas berkurang grengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti sosok Matew Sayers (20 th) dan Sierra (24 th) mampu melakoni perannya secara memukau. Masih cukup muda memang, tetapi gaya, suara dan ekspresi yang dimiliki, menutupi usia mudanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan khusus untuk Matew, musikalitasnya boleh dibilang mendekati penyanyi kenamaan Tompi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah dalam hitungan berapa tahun lagi, Matew akan segera mengisi blantika musik Indonesia dengan kemampuan vokalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hampir tiga tahun saya tidak menggelar konser jazz di Solo," pungkas Idang sembari menguras adrenalin penonton yang larut dalam sajian yang ditampilkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-8878140910614151164?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/8878140910614151164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=8878140910614151164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8878140910614151164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8878140910614151164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/08/ruang-jazz-itu-bagi-kawula-muda.html' title='Ruang Jazz Bagi Kawula Muda'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SLZzgDXnM1I/AAAAAAAAAEs/EX-7MLnQj7I/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-3263651466353425422</id><published>2008-07-20T15:45:00.012+07:00</published><updated>2008-07-21T14:13:34.587+07:00</updated><title type='text'>Pancasila Dari Mata Seniman</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ada sebuah ruang gugatan dan pertanyaan serta kritik sosial terhadap perilaku masyarakat di Tanah Air yang dinilai mulai perlahan meninggalkan identitasnya. Masyarakat kita dinilai sudah melupakan nilai-nilai luhur Pancasila.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Degradasi kepercayaan identitas itulah yang mungkin mengilhami sejumlah seniman kawakan di panggung pertunjukan Tanah Air mengusung tajuk konser yang mereka gelar dengan nama Konser Garuda Pancasila.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sejumlah nama yang turut meramaikan pentas m&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIL_HyevsbI/AAAAAAAAAC0/EhnHQ73qnls/s1600-h/pentas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 270px; height: 171px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIL_HyevsbI/AAAAAAAAAC0/EhnHQ73qnls/s320/pentas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225019026978091442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;alam itu diantaranya Franky Sahilatua, Sawung Jabo dan Waldjinah. Mewakili nafas seni yang diusung oleh masing-masing personal tersebut, mereka melakukan kolaborasi apik dengan dalang Slamet Gundono yang cukup dikenal dengan komunitas wayang suketnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertunjukan berdurasi sekitar tiga jam itu, sejumlah seniman itu saling bertukar waktu untuk mengisi dan menghibur ratusan penonton yang memadati gedung teater arena Taman Budaya Surakarta (TBS), Jumat malam pekan lalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sebuah panggung besar dengan dekorasi kepala burung garuda berdiri tegak di tengah panggung, helaian tali putih yang menggambarkan sayap-sayap sang burung garuda mengepak gagah, mengapit arena pertunjukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Tepat dibawahnya, dalang berbadan tambun, Slamet Gundono berinteraksi dengan penonton dan sejumlah pemain pengiringnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Dalang asal Tegal ini cukup fasih melempar berbagai lelucon yang mengundang gelak tawa diantara kaum hadirin.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Bagaimana dia menuturkan pengalamannya dengan Pancasila yang menggelikan. Mulai dari menyanyikan lagu Garuda Pancasila yang tak pernah tuntas, hingga cara dia mengelabuhi pemimpin pondok pesantren akibat kegemarannya menonton kethoprak hingga larut malam.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Penonton semakin dibuat terpingkal saat Slamet Gundono berkolaborasi dengan Waldjinah yang cukup dikenal dengan lagu Walang Kekek.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Saya heran, kenapa orang yang gemuk mesti kok suaranya bagus sekali,” ujar Slamet dengan maksud memuji dirinya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIMB5zGhyvI/AAAAAAAAAC8/0xK2muL_EJ8/s1600-h/KGP_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 246px; height: 165px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIMB5zGhyvI/AAAAAAAAAC8/0xK2muL_EJ8/s320/KGP_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225022085161667314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mendengar ucapan itu, Waldjinah menimpali. &lt;i&gt;“Aku lemu yo lemu, mung ojo ngantek ngono kui&lt;/i&gt; [Aku memang gemuk, tetapi saya tidak mau seperti itu (Slamet Gundono.red)],” tukasnya yang disahut tawa dan tepuk tangan penonton.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Sementara itu, Franky Sahilatua yang dikenal sebagai seorang penyanyi balada mengungkapkan perlunya semua komponen bangsa ini kembali lagi memahami &lt;i&gt;khitah&lt;/i&gt; Pancasila sebagai dasar berpikir dan mengambil sikap hidup.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Kita semua rasanya sudah perlu kembali ke Pancasila,” tuturnya sebelum menyanyikan lagu ciptaannya Pancasila Rumah Kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Dalam lagu tersebut, Franky mencoba menggali kembali inti ajaran sila demi sila dalam Pancasila yang tersaji dalam syairnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: italic;" align="justify"&gt;//Untuk semua puji namanya/untuk semua cinta sesama/untuk semua keluarga menyatu/untuk semua bersambung rasa/untuk semua saling membagi//&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Pertunjukan tersebut dipungkasi dengan penampilan apik musisi Sawung Jabo. Menurut dia, krisis yang melanda bangsa kita saat ini lebih disebabkan miskinnya cinta yang tumbuh antar sesama.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Orang Indonesia sulit mempercayai diri sendiri untuk mencintai orang lain,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIMCGEtXpbI/AAAAAAAAADE/c08oyoVBuAE/s1600-h/KGP_2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 249px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIMCGEtXpbI/AAAAAAAAADE/c08oyoVBuAE/s320/KGP_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225022296046413234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Lagi-lagi, dalam frase ini terjadi dialog antara Slamet Gundono dan Sawung Jabo. “Kok kamu sentimen gitu dengar omongan saya,” tanya Sawung.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Saya heran, orang seperti kamu kok bicara soal cinta,” timpal Slamet yang lagi-lagi disambut gelak tawa penonton.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Dalam akhir pertunjukan, Salmet Gundono sempat mengutarakan maksud dirinya menggelar Konser  Garuda Pancasila yang melibatkan sejumlah seniman tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;“Berbagai seniman yang dihadirkan ini untuk mewakili keragaman yang ada di Indonesia, dari sini kita bisa melihat cara pandang masing-masing seniman terhadap pancasila,” pungkasnya mengakhiri konser menawan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-3263651466353425422?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/3263651466353425422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=3263651466353425422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3263651466353425422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3263651466353425422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/07/ada-sebuah-ruang-gugatan-dan-pertanyaan.html' title='Pancasila Dari Mata Seniman'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIL_HyevsbI/AAAAAAAAAC0/EhnHQ73qnls/s72-c/pentas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-4902264777528499530</id><published>2008-07-15T11:14:00.007+07:00</published><updated>2008-07-20T16:13:25.052+07:00</updated><title type='text'>Berteduh di Taman Sari</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Pulang ke kotamu/Ada setangkup haru dalam rindu//Masih seperti dulu/Tiap sudut menyapaku bersahabat/penuh selaksamakna//Terhanyut aku akan nostalgi/Saat kita sering luangkan waktu/Nikmati bersamaSuasana Jogja//&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;Sepenggal lirik lagi milik grup musik Kla Project yang bertajuk Yogyakarta itu, sejenak menghantar memori saat menginjakan kaki di kota gudeg tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terlebih saat berkesempatan untuk melihat secara langsung lokasi yang pernah dijadikan sebagai tempat pembuatan video klip lagu itu di kawasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Water Castle&lt;/span&gt; Taman Sari.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIL5JYIp_0I/AAAAAAAAACs/OyoFJlN726E/s1600-h/TS_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 185px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIL5JYIp_0I/AAAAAAAAACs/OyoFJlN726E/s320/TS_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225012457196093250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;Dari rekam sejarah, yang sempat tercatat, Taman Sari lokasinya berada sekitar 400 meter dari Keraton Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Taman Sari sesuai dengan namanya merupakan taman yang begitu indah, karena dahulu kala tempat ini adalah tempat peristirahatan dan rekreasi Sultan. Pesona taman ini dapat mempesonakan siapa saja yang melihatnya, konon taman sari ini tempat pertemuan sultan dengan penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lokasi ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1756 dan selesai pada tahun 1765 dengan mengusung konsep bangunan dan arsitektur memadukan gaya Portugis, Cina, Islam dan Jawa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;Sebagian dari bangunan dan arsitektur dari taman sari itu kini terlihat hancur, hal itu disebabkan oleh beberapa kali terjadi musibah, terakhir saat gempa bumi melanda Yogyakarta Mei 2005 silam.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tempat ini digunakan untuk berbagai kepentingan, sebagai tempat rekreasi, peristirahatan, persembunyian dan meditasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;Untuk masuk ke kawasan ini memang tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup dengan Rp3.000, anda bisa menikmati jengkal demi jengkal peninggalan yang kini masih dijadikan sebagai salah satu &lt;em&gt;herritage &lt;/em&gt;Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;Tempat ini biasa dijadikan pula sebagai refrensi tempat untuk pemotretan prewedding atau foto-foto dengan nuansa kuno dan etnik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup untuk menciptakan nuansa romantisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-4902264777528499530?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/4902264777528499530/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=4902264777528499530' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/4902264777528499530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/4902264777528499530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/07/pulang-ke-kotamuada-setangkup-haru.html' title='Berteduh di Taman Sari'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SIL5JYIp_0I/AAAAAAAAACs/OyoFJlN726E/s72-c/TS_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-2112701333889763531</id><published>2008-07-03T11:29:00.010+07:00</published><updated>2008-07-05T10:55:40.878+07:00</updated><title type='text'>Akhir Penantian KRH Darmodipuro</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;G&lt;/span&gt;urat kesedihan ataupun rasa kecewa, hampir tidak terpancar dari wajahnya. Berjalan gontai, diapit oleh sejumlah polisi berseragam lengkap, mungkin sudah dirasakan sebagai hal biasa selama waktu delapan bulan terakhir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari lekuk kulitnya yang tak lagi merata di usia yang hampir menginjak 70 tahun, adalah sebuah cobaan yang mungkin dirasakannya dengan kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, potret itu terasa lekat ketika saya mencoba merekam sosok KRH. Darmodipuro atau yang akrab disapa Mbah Hadi, Kepala Museum Radya Pusaka Kota Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Museum yang berada di lintas jantung Kota Solo tersebut, sempat mencuat menjadi buah bibir publik, ketika sejumlah arca asli koleksi museum tersebut raib, sementara yang terpampang di museum tersebut diduga arca-arca palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya ada enam arca yang diduga palsu dan nilai yang diperdagangkan diperkirakan mencapai Rp600 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini semakin menarik perhatian masyarakat, saat nama pengusaha Hasyim Djoyohadikusumo, adik dari mantan Pangkostrad Prabowo Subianto disebut-sebut terlibat dalam kasus itu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SGyC3Izdh_I/AAAAAAAAACc/7alKm5P3yz8/s1600-h/mbah+hadi.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Drama persidangan pun dimulai. Saksi-saksi yang terkait langsung dengan kasus itu dihadirkan. Drama itu semakin memanas ketika salah satu saksi ahli dari BP3, Lambang Babar Purnomo meninggal dunia. Spekulasi pun semakin menjurus kematiannya terkait dengan rencana kesaksiannya di kasus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejurus kemudian, tepat pada hari Senin tanggal 30 Juni 2008, vonis hakim dijatuhkan kepada Mbah Hadi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SG2MdkZ49TI/AAAAAAAAACk/j62Wz-XBZBU/s1600-h/mbah.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218981982808634674" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 269px; height: 190px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SG2MdkZ49TI/AAAAAAAAACk/j62Wz-XBZBU/s320/mbah.jpg" border="0" height="213" width="291" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hukuman 18 bulan penjara harus dilalui oleh Mbah Hadi. Vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Ganjar Susilo tersebut, lebih ringan enam bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menginginkan hukuman selama dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dibawa ke ruang tunggu tahanan seusai persidangan, Mbah Hadi tetap santai dan apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya oleh rekan-rekan wartawan, jawaban yang muncul terkadang memancing tawa di kalangan kuli tinta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, saat disinggung apakah dirinya akan mengajukan banding atas putusan tersebut atau tidak, Mbah Hadi menjawab enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak perlu banding-bandingan," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya Mbah Hadi cukup besar hati menerima vonis itu. Dengan demikian, waktu tahanan yang tersisa sekitar delapan bulan lagi, masih akan dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa yang masih menjadi obsesi Mbah Hadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pernah mengutarakan mendapat kabar akan diwawancarai oleh stasiun TV Al Jazeera. Tapi, entahlah, apakah wawancara itu terwujud atau tidak, saya kurang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari itu, rupanya dia masih memiliki keinginan membuka praktek ilmu spiritual yang selama ini dijalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan spiritualnya tersebut berupa kemampuan mencarikan hari baik untuk pernikahan ataupun mendirikan rumah, bahkan beberapa hal yang terkait dengan tradisi masyarakat jawa, kemampuan Mbah Hadi cukup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mumpuni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sidang, dirinya sempat membagikan pamflet terkait rencana praktek tersebut yang akan dilakukan di sekitar kawasan bangsal Kraton alun-alun utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saat vonis sudah dijatuhkan, Mbah Hadi terpaksa menunda keinginan itu. Mungkin tidak untuk hari ini mbah, mungkin nanti atau lusa, karena waktu cukup sabar menanti kiprahmu kembali. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-2112701333889763531?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/2112701333889763531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=2112701333889763531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/2112701333889763531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/2112701333889763531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/07/akhir-penantian-krh-darmodipuro.html' title='Akhir Penantian KRH Darmodipuro'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SG2MdkZ49TI/AAAAAAAAACk/j62Wz-XBZBU/s72-c/mbah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-3307647948898579655</id><published>2008-06-28T18:50:00.004+07:00</published><updated>2008-06-28T21:56:38.762+07:00</updated><title type='text'>Wajah Baru Kanwil Pajak, Eki kok Dipanggil Bapak ya...???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ari Jumat (27 Juni 2008) lalu, terjadi pergeseran pejabat dilingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) II Jateng yang berpusat di Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat sebelumnya, Eddi Setiadi dipasrahi untuk mengemban tugas baru memimpin Kanwil Pajak di wilayah Indonesia Timur yang meliputi Sulawesi Selatan dan sekitarnya di Makasar. Sementara, pejabat baru di Kanwil DJP II Surakarta dijabat oleh Soerjotamtomo Soedirdjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisah sambut yang berlangsung secara sederhana tersebut dihadiri oleh beberapa kolega dan rekan kerja dari jajaran kantor tersebut, serta beberapa wartawan yang sering melakukan peliputan di wilayah kantor pajak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya secara pribadi, perkenalan dengan Bapak Eddi Setiadi memang belum terjalin lama. Sejak Februari 2008 bertugas di Kota Solo, kesempatan untuk mewawancarai bapak yang satu ini baru satu kali terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas, sejumlah terobosan baru memang lahir dimasa kepemimpinan Eddi Setiadi yang kurang lebih berjalan selama 1,5 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluncuran layanan informasi pajak melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Interactive Voice Response System&lt;/span&gt; (IVRS) bekerjasama dengan PT Telkom Surakarta  serta didirikannya lembaga kajian dan penelitian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tax center&lt;/span&gt; bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, merupakan hasil yang pernah masuk dalam catatan karirnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kalimat perpisahan yang disampaikannya, dia berharap semua yang telah ditorehkan itu mampu memberi energi baru untuk meningkatan pendapatan pajak di lingkungan Kanwil DJP II Surakarta yang masuk dalam jajaran lima besar terbaik di tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, semua hasil yang telah diraih itu, akan coba diterapkan di wilayah kerjanya yang baru dengan menggandeng berbagai lembaga terkait, seperti yang telah dirintisnya selama di Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eki &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;nyamar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Jadi Cowok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan diatas hanyalah prolog biasa, karena dalam acara pisah sambut itu, suatu kejadian menggelikan sempat terekam dalam benak saya bahkan dikalangan rekan-rekan pers yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini gara-gara Eki, Sri Rejeki lengkapnya, wartawan Kompas. Dandanan boleh sebagai seorang wanita, tapi bagaimana asal, sosok ibu yang satu ini saat diminta foto bersama dipanggil bapak oleh sang Master of Ceremony (MC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kepada Ibu Sekar...dan bapak Eki untuk bisa foto bersama," ucap sang MC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak....!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kapan kamu jadi macho Ki...?? Tapi, santai aja, emang mereka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggak nyadar&lt;/span&gt; kali ama chasing kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih untung dipanggil bapak, coba kalo dipanggil Pak De...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;lagi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nggak&lt;/span&gt; nular ke aku, coba kalau aku dipanggil ibu...hmmm....suka deh...!!! halah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-3307647948898579655?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/3307647948898579655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=3307647948898579655' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3307647948898579655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3307647948898579655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/06/wajah-baru-kanwil-pajak-eki-kok.html' title='Wajah Baru Kanwil Pajak, Eki kok Dipanggil Bapak ya...???'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-3902780813381320029</id><published>2008-06-19T12:56:00.005+07:00</published><updated>2008-06-19T13:59:58.064+07:00</updated><title type='text'>Jelang Senja di Cengklik Reservoir</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;agi anda penggila fotografi yang mungkin sempat menyediakan selang waktu khusus untuk melakukan ritual hunting foto, coba sejenak nikmatilah pesona Waduk Cengklik, yang berlokasi di Desa Ngargorejo &amp;amp; Sobokerto Kec. Ngemplak Kabupaten Boyolali.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lokasinya sangat mudah dijangkau. Jika anda menempuh perjalanan menuju Kota Solo, sebelum masuk ke kota tersebut, putarlah stir kendaraan anda ke arah Bandara Adisoemarmo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke area bandara itu, anda akan melihat petunjuk arah menuju &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cengklik Reservoir&lt;/span&gt;, atau tepatnya berbelok ke kiri setelah melewat sebuah jembatan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk ini&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SFoDTP2NrRI/AAAAAAAAAB8/DGx_uL9VSZo/s1600-h/cenklik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 261px; height: 167px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SFoDTP2NrRI/AAAAAAAAAB8/DGx_uL9VSZo/s320/cenklik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213483147841088786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; memang tidak jauh berbeda dengan waduk-waduk lainnya yang mungkin pernah disinggahi. Puluhan orang yang sedang asyik memancing bisa kita temui disini. Lalu, ada pula nelayan yang menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;getek&lt;/span&gt; (rakit dari bambu) dengan gagahnya membelah tenangnya air di waduk itu menuju ke titik tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya layak untuk diabadikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berhenti disitu. Tapi, berjalanlah menuju ke sisi timur waduk, tepatnya di bekas dermaga yang kini jauh dari terawat. Hanya tinggal belulang besi yang masih berdiri kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anda berdiri disini, puluhan rakit yang terikat ditepi bisa menjadi deretan menarik yang patut masuk dalam daftar bidikan kamera anda. Di titik point ini, anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada mentari. Bahkan, jika cuaca sangat cerah, agungnya Gunung Merapi dan Merbabu  begitu eksotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya terlihat mesra dan saling berpelukan. Tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jumawa&lt;/span&gt; antara satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali, Waduk Cengklik tersebut dijadikan sebagai obyek wisata alam. Tetapi, sentuhan yang muncul, jauh dari kata terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt; dipungut bayaran untuk masuk ke lokasi itu, tidak lebih semacam pungli yang tidak jelas peruntukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, seperti pada senja kemarin saat saya berkesempatan mengabadikan  eksotika Waduk Cengklik , meski dengan segala keterbatasan dan kemampuan fotografi yang saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah besok atau nanti, atau mungkin hari ini, tak akan pernah bosan untuk kembali menyambangi lokasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-3902780813381320029?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/3902780813381320029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=3902780813381320029' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3902780813381320029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3902780813381320029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/06/jelang-senja-di-cengklik-reservoir.html' title='Jelang Senja di Cengklik Reservoir'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SFoDTP2NrRI/AAAAAAAAAB8/DGx_uL9VSZo/s72-c/cenklik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-5705192190261565192</id><published>2008-06-01T15:10:00.007+07:00</published><updated>2008-06-02T09:35:44.193+07:00</updated><title type='text'>Pelaku Industri....Teriaklah Lantang...!!!!</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0);font-size:180%;" &gt;P&lt;/span&gt;emerintah kembali menetapkan harga bahan bakar untuk sektor industri mengalami kenaikan antara 7,3% hingga 14,6% mulai awal bulan Juni ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pemerintah juga mengumumkan kenaikan harga BBM non industri sebesar 28,7% dua pekan lalu yang hingga kini gejolaknya masih dirasakan, bahkan ditentang oleh berbagai kalangan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM bagi kalangan industri kali ini benar-benar pukulan telak. Belum pulih kesadaran mereka dengan melambungnya harga bahan baku serta pemberlakuan sistem intensifikasi/disintensifikasi penggunaan listrik, mereka dihantam lagi dengan kenaikan bahan bakar. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SENcWzJofiI/AAAAAAAAAB0/0-O-0RZGmIQ/s1600-h/hiya...hiya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5207107140927913506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 270px; CURSOR: hand; HEIGHT: 174px" height="184" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SENcWzJofiI/AAAAAAAAAB0/0-O-0RZGmIQ/s320/hiya...hiya.jpg" width="286" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbas kenaikan bahan bakar non industri secara serta merta berpengaruh pada melonjaknya ongkos transportasi dan kemungkinan tuntutan kenaikan tunjangan makan dan transport karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) terlalu lunak menyikapi hal ini. Mereka juga seolah kehilangan akal untuk menolak kebijakan pemerintah yang sebenarnya secara pelan mematikan pelaku industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Surakarta, Ketua Apindo Surakarta Baningsih Bradach Tedjokartono menyikapi dampak kenaikan harga bahan bakar dengan sikap yang masih terlalu manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pengusaha secara terang-terangan telah disudutkan oleh manuver-manuver pemerintah yang sangat tidak berpihak pada pelaku industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah boleh berdalih kebijakan soal BBM untuk menyelamatkan APBN negara dari neraca defisit, tetapi secara tidak langsung pemerintah juga menyulut api goyahnya roda industri di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan jika berbagai perusahaan yang dulunya pernah berkiprah di Indonesia, memilih mengalihkan investasinya ke negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jelasnya kepastian hukum, tipisnya batas keamanan serta tidak kunjung berakhirnya gejolak ekonomi memaksa investor cukup enggan melirik pasar dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi pemerintah seolah "buta hati", jika pemerintah yakin pelaku industri di tanah air masih mampu mensiasati kondisi berbagai kenaikan ini melalui berbagai efisiensi misalnya, nasib ribuan buruh di tanah air terancam dikandangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini yang tidak pernah dilihat dengan kacamata bening. Industrinya memang tetap bertahan, tetapi nasib ribuan karyawannya diujung tanduk. Padahal, sejarah pemutusan hubungan kerja bagi kaum buruh di republik ini belum sepenuhnya memperhatikan hak-hak kaum buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi, saya bukanlah orang yang anti pemerintah. Tetapi, berbagai lelucon yang ditawarkan pemerintah akhir-akhir ini, memaksa untuk terus menerus mengkritik kebijakan pemerintah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaku industri tanah air, cukuplah bersabar. Kini saatnya berteriak....!!! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-5705192190261565192?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/5705192190261565192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=5705192190261565192' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5705192190261565192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5705192190261565192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/06/pelaku-industriteriaklah-lantang.html' title='Pelaku Industri....Teriaklah Lantang...!!!!'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SENcWzJofiI/AAAAAAAAAB0/0-O-0RZGmIQ/s72-c/hiya...hiya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-3714609664276914375</id><published>2008-05-28T17:46:00.013+07:00</published><updated>2008-05-31T11:01:30.980+07:00</updated><title type='text'>Pemerintah Kurang (Gagal) Mengatasi Kemiskinan</title><content type='html'>Paskakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 28,7% akhir pekan lalu, pemerintah telah menyiapkan formula kompensasi bagi warga miskin melalui mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahap awal penyaluran BLT yang sempat diwarnai prokontra tersebut, dilakukan di 10 kota besar di Indonesia yang diantaranya Jakarta, Bandung, Semarang dan Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo dan sekitarnya ? Tunggu gilirannya &lt;em&gt;deh&lt;/em&gt;. Kabar punya cerita bulan Juni ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi warga miskin, bantun dari pemerintah ini layak ditunggu, karena program BLT ini memberikan ruang luas bagi warga miskin untuk menerima uang tunai, tanpa harus bekerja keras dengan nilai Rp300.000 per tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mengklaim penyaluran BLT di 10 kota besar itu berjalan lancar dan tepat sasaran. Berbeda dengan penyaluran BLT tahun 2005, kali ini punggawa-punggawa SBY-JK diminta turun ke lapangan mengawasi secara langsung penyaluran BLT itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang menjadi permasalahan, mengapa pemerintah dalam penyaluran BLT tahun ini mengacu pada data BPS tahun 2005?&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SD_RnKmXI8I/AAAAAAAAABs/6d0HP1d9_jI/s1600-h/z.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 283px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SD_RnKmXI8I/AAAAAAAAABs/6d0HP1d9_jI/s320/z.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206110165053940674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan validitas data BPS pada penyaluran BLT tahun 2005, banyak diperdebatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Walikota Solo Hady Rudyatmo mengatakan sedikitnya terdapat selisih sekitar 3.200 warga miskin yang seharusnya berhak menerima BLT tahun 2005, tetapi tidak memperolehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya pemerintahan SBY-JK cukup pintar menutup "borok" kegagalannya mengatasi permasalahan kemiskinan di republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalih yang dipakai pemerintah, data BPS 2005 sudah tersedia dan dalam waktu singkat dana BLT langsung dapat dibagikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebenarnya, pemerintah tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan melihat fenomena kemiskinan yang semakin bertambah hingga tahun 2008 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka Rp14 triliun lebih yang disiapkan pemerintah, secara matematis hanya akan mampu diserap sekitar 12 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Padahal, data dari berbagai sumber, jumlah RTS di Indonesia pada 2008 sedikitnya mencapai angka 19,1 juta RTS. Lebih &lt;em&gt;ngeri&lt;/em&gt; lagi data yang dilansir partai oposan SBY-JK, PDI-Perjuangan, yang mengeluarkan jumlah keluarga miskin di Indonesia mencapai lebih dari 30 juta kepala keluarga (KK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ya, mungkin ini hanya sebagian dari usaha pemerintah memberikan bantuan, sekedar memberikan bantuan - karena tidak mungkin mengangkat mereka dari jurang kemiskinan - dalam upaya memberikan citra positif bagi rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi, sekali lagi, nampaknya penyaluran BLT tahun ini dengan menggunakan data BPS tahun 2005, sebagai upaya membela diri agar tidak dicap gagal dalam mengatasi kemiskinan. Karena sudah barang tentu, jumlah warga miskin di republik ini jauh lebih banyak dari yang sekarang ini digembar-gemborkan lewat penerimaan BLT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga rakyat bangsa ini tidak diajarkan untuk menjadi kaum pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salam untuk republik tercinta.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-3714609664276914375?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/3714609664276914375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=3714609664276914375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3714609664276914375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/3714609664276914375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/05/pemerintah-ggal-mengatasi-kemiskinan.html' title='Pemerintah Kurang (Gagal) Mengatasi Kemiskinan'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SD_RnKmXI8I/AAAAAAAAABs/6d0HP1d9_jI/s72-c/z.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-8584286379334063766</id><published>2008-05-21T17:30:00.000+07:00</published><updated>2008-05-22T14:25:39.843+07:00</updated><title type='text'>Mereka Yang Bersidang di Parlemen Jalanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;R&lt;/span&gt;encana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 28,7% pada akhir bulan ini, terus mendapat reaksi penolakan dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, penolakan tersebut tak sedikit yang lahir dari kepala daerah maupun anggota dewan perwakilan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Solo, Wakil Walikota Solo Hady Rudyatmo meneriakan penolakannya terhadap opsi yang dipilih pemerintah pusat dengan menaikkan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) M. Fadjroel Rachman secara tegas menyatakan mosi ketidakpercayaannya pada pemerintah SBY-JK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertepatan dengan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDP724IAv3I/AAAAAAAAABY/abf6xgfzHyo/s1600-h/IMG_0115.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDP724IAv3I/AAAAAAAAABY/abf6xgfzHyo/s320/IMG_0115.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202778914740551538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;peringatan 10 tahun reformasi, 21 Mei 2008, mahasiswa di Kota Solo terus menerus menggelar "parlemen jalanan" dengan teriakan lantang menolak kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa ? Hampir tidak ada kata lelah.  Semua seolah bertekad menggagalkan kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mereka terus berjuang dengan dibalut rasa idealisme, banyak diantara masyarakat yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cuek&lt;/span&gt; terhadap perjuangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian kalangan, rencana kenaikan harga BBM, masih dianggap hal wajar ditengah fluktuasi ekonomi tanah air dan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak untuk kawan-kawan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah pun sudah pasti akan menaikkan BBM akhir bulan Mei ini. Ditengah berbagai desakan dan aksi demo yang menggelora di seantero negeri, pemerintah tak bergeming dan langkahnya pun tak surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini asa itu terus digantungkan. Selamat berjuang kawan-kawan mahasiswa, meski perjuangan kalian berhasil, sedikit orang yang akan mengenang kalian sebagai aktor penggerak perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi masyarakat, selamat menikmati harga baru BBM, karena pemerintah kita belum mampu menunjukan tajinya ditengah hiruk pikuk penemuan energi alternatif. Seperti biasa, alasannya apalagi kalau bukan soal anggaran...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-8584286379334063766?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/8584286379334063766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=8584286379334063766' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8584286379334063766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/8584286379334063766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/05/rencana-pemerintah-menaikkan-harga.html' title='Mereka Yang Bersidang di Parlemen Jalanan'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDP724IAv3I/AAAAAAAAABY/abf6xgfzHyo/s72-c/IMG_0115.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-5679496060648545213</id><published>2008-05-20T16:19:00.000+07:00</published><updated>2008-05-21T17:25:55.182+07:00</updated><title type='text'>Kemiskinan, Potret Nyata Semangat Kebangkitan Nasional</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:180%;" &gt;H&lt;/span&gt;ari ini (20 Mei 2008), tepat 100 tahun yang lalu, kabar punya cerita, tepat lahirnya sebuah organisasi modern di tanah air yang digawangi kaum-kaum pelajar Indonesia yang mengenyam pendidikan sebagai bagian dari politik balas budi dari pemerintahan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;in lander&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDKid4IAvzI/AAAAAAAAAA4/YIeKKn_I5Tw/s1600-h/NY1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDKid4IAvzI/AAAAAAAAAA4/YIeKKn_I5Tw/s320/NY1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202399153732239154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Budi Utomo lahir atas prakarsa Dr. Wahidin Sudirohusodo, dengan tujuan membebaskan anak negeri dari belenggu kebodohan dan keterbelakangan, akibat penjajahan Belanda selama kurang lebih 350 tahun lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian organisasi nirlaba merobohkan tembok kapitalisme bangsa Belanda, melecut lahirnya berbagai organisasi lainnya yang ditata dan dikemas layaknya Budi Utomo, sebut saja Serikat Islam, Indiche Partij dan Partai Nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan organisasi-organisasi tersebut mentas dengan diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia oleh dua tokoh bangsa Soekarno - Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, 100 tahun berlalu, idealisme Budi Utomo masih sekedar menjadi cita-cita yang menggantung di langit. Cita-cita mulia mensejahterakan rakyat di bumi nusantara, hanya sekedar lipstik pemanis bibir yang sering gampang diucapkan, tetapi sulit dalam prakteknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengok saja potret kemiskinan di Dusun Lemahbang, Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDKisIIAv0I/AAAAAAAAABA/3CdpJ8WI5qk/s1600-h/NY3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDKisIIAv0I/AAAAAAAAABA/3CdpJ8WI5qk/s320/NY3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202399398545375042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data yang dilansir pemerintah kecamatan Kismantoro, dari 13.373 kepala keluarga (KK) di kecamatan tersebut, hampir 41,4% atau 5.542 KK diantaranya tergolong kategori miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun Lemahbang yang terletak di ujung timur Jawa Tengah ini, sering disebut sebagai wilayah termiskin di Wonogiri, bahkan di Jateng. Begitulah faktanya, ketika saya berkesempatan menyambangi lokasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa mengakses dusun ini, diperlukan waktu hampir setengah jam perjalanan menggunakan mobil dengan kondisi jalan tanah bergelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika musim hujan tiba, dipastikan jalur jalan tersebut akan tergenang lumpur dan sulit dilewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa mengakses wilayah perkotaan atau jalur ekonomi terdekat, warga setempat rata-rata terpaksa berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar tujuh kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tidak akan kita temukan rumah tembok di daerah ini. Jika pemerintah masih menggunakan acuan penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan 14 kategori yang pernah ditetapkan sebelumnya, secara kasat mata warga daerah ini wajib menerima bantuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, dusun tersebut dulunya merupakan daerah endemi penyakit Kretin, jenis penyakit yang disebabkan kekurangan garam yodium akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat yang ditimbulkan dari Kretin yakni turunnya tingkat kecerdasan, kelainan syaraf hingga bisu, tuli dan mata juling. Dan penyakit ini mustahil untuk sembuh, kecuali dengan memutus rantai generasinya dengan suplai yodium yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDKi2IIAv1I/AAAAAAAAABI/-YwUdNNqvd0/s1600-h/NY2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDKi2IIAv1I/AAAAAAAAABI/-YwUdNNqvd0/s320/NY2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202399570344066898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata mereka yang menderita penyalit Kretin usianya kini diatas 35 tahun, dan sulit untuk diajak berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang 100 tahun telah berlalu. dan 100 tahun dari perjalanan itu, masih saja potret kemiskinan mendominasi isu sosial di tataran masyarakat pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh dari informasi, teknologi dan kualitas pendidikan, mereka tetap warga negara Indonesia yang harus memperoleh hak setara dengan penduduk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada alasan keterjangkauan wilayah, apalagi keterbatasan anggaran, fakta kehidupan seperti ini, nyata adanya di bumi pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga seremoni agung Kebangkitan Indonesia yang digelar dengan mahal di stadion utama Bung Karno Jakarta, Selesa malam, mampu membangkitkan semangat anak negeri bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-5679496060648545213?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/5679496060648545213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=5679496060648545213' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5679496060648545213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/5679496060648545213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/05/h-ari-ini-100-tahun-yang-lalu-kabar.html' title='Kemiskinan, Potret Nyata Semangat Kebangkitan Nasional'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SDKid4IAvzI/AAAAAAAAAA4/YIeKKn_I5Tw/s72-c/NY1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-2536381029705494009</id><published>2008-05-04T17:39:00.001+07:00</published><updated>2008-05-04T18:16:54.817+07:00</updated><title type='text'>Ujian Nasional Lagi ? Bocor Deh...!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;/span&gt;icara soal pendidikan anak negeri, selalu menarik perhatian bahkan penuh dengan rancak permasalahan yang mengiringinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk jenjang pendidikan SMU/SMK usai, bersambung dengan masalah baru bahwa UN tersebut diduga terjadi kebocoran. Bahkan di beberapa daerah, guru pengajar dijadikan tersangka yang membocorkan soal tersebut kepada siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bersikukuh bahwa sirkulasi soal UN berjalan dalam pengawasan ketat, fakta di lapangan "bobolnya" soal UN memang begitulah adanya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SB2X7itc2mI/AAAAAAAAAAY/cSkSIWwlfjI/s1600-h/depan+lukisan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 284px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SB2X7itc2mI/AAAAAAAAAAY/cSkSIWwlfjI/s320/depan+lukisan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196476594240936546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menilai kadar kebocoran soal dan jawaban yang disebarkan melalui perangkat telepon seluler tidak lebih dari 10% dari total soal yang diujikan. Tetapi, ada pula yang mengatakan jawaban yang dibagikan sama persis dengan yang diujikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana yang benar, datar sajalah jawabnya...Biarlah Tuhan yang tau...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai hiruk pikuk problematika di tingkat SMU/SMK, minggu ini dipastikan akan muncul riuh rendah permasalahan serupa untuk jenjang peserta didik setingkat dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai Senin (05/05/2008) pelajar SMP se-Indonesia "mempertaruhkan" nasibnya dalam arena UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah berita carut marut terjadinya kebocoran akan kembali menyeruak ? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nggak&lt;/span&gt; rame rasanya kalau tidak bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendukung atau tidak adanya UN untuk menentukan kelulusan seorang siswa, saya tidak mau duduk sebagai pesakitan yang ikut berdebat kusir didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zona kualitas pendidikan negeri ini memang masih dikelola apa adanya. daerah perkotaan yang mudah dengan akses informasi, selalu terdepan dalam hal kualitas pendidikannya. Sementara di daerah, selalu dihadapkan pada keterbatasan akses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi soal gedung reyot, ambruk hingga kesulitan ekonomi lainnya. Cerita dari zaman gaban hingga era Naruto masih saja tak habis untuk mengupasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat adik-adik SMP yang besok mengikuti UN, selamat belajar dan selamat menempuh ujian. Ingat, meski kalian tidak lulus bukan berarti kalian bodoh, tetapi memang sistem pendidikan kitalah yang menentukan ketidaklulusan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak lulus, bukan berati langit tiba-tiba runtuh dan menjadi akhir dari semuanya.  Masih ada waktu untuk menata itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-2536381029705494009?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/2536381029705494009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=2536381029705494009' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/2536381029705494009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/2536381029705494009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/05/ujian-nasional-lagi-bocor-deh.html' title='Ujian Nasional Lagi ? Bocor Deh...!!'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KISV5-vmrT8/SB2X7itc2mI/AAAAAAAAAAY/cSkSIWwlfjI/s72-c/depan+lukisan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4915910301193782666.post-9022916342493878438</id><published>2008-05-04T12:15:00.000+07:00</published><updated>2008-05-04T16:22:02.502+07:00</updated><title type='text'>Pilgub Jateng 2008, Di Ranah Abu-Abu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;/span&gt;aru-baru ini, saya sempat ditanya oleh seorang kawan. "Kira-kira menurut kamu, siapa yang akan menang dalam Pemilihan Gubernur 2008 nanti ?" tanyanya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya bukan seorang ahli nujum, yang bisa menerka peruntungan nasib seseorang dua langkah kedepan dibandingkan dengan saat ini. "Mmmm...sulit diterka," jawaban saya saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, siapapun yang menang dalam kontes tersebut hanyalah soal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;itung-itungan&lt;/span&gt; siapa yang memperoleh suara lebih banyak dibandingkan dengan kontestan lain. Soal kapabilitas, itu urusan belakangan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;It's political.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Karena dalam politik hal itu sangat bias. tetap ada unsur politik yang bakalan bermain dibelakangnya, entah untuk mengeruk keuntungan pribadi atau benar-benar dengan tujuan mengabdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat bertemu dengan beberapa masyarakat pemilih, rata-rata mereka tidak begitu mahfum dengan lima pasang calon yang bakalan beradu memperebutkan kursi Jateng-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau toh mereka mengenal, itu karena bantuan alat peraga gambar calon yang menyesaki jalanan kota. Sekali lagi, soal kapabilitas....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;i'dont know what you did last summer dech pokoknya...!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya benar-benar buta terhadap peta Pilgub Jateng. Mereka yang mencalonkan diri sama sekali bukan tokoh yang benar-benar lahir sesuai harapan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV Diponegoro duduk sebagai calon gubernur. Agus Soeyitno diusung PKB dan Bibit Waluyo diusung PDI-Perjuangan. Keduanya pun mengaku tahu karakteristik masyarakat Jateng, sampai akar-akarnya. Kalau soal ketegasan, mungkin keduanya tidak diragukan lagi...secara mantan militer &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gitu lo..&lt;/span&gt;.!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua calon lainnya, Sukawi Sutarip diusung Partai Demokrat dan HM. Tamzil yang diusung PPP, keduanya merupakan pejabat bupati dan walikota yang saat ini tercatat masih aktif. Sukawi Sutarip Walikota Semarang dan M. Tamzil, Bupati Kudus. Soal kemampuan pemerintahan, mungkin keduanya lebih berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu calon lainnya, Bambang Sadono yang digadang-gadang Partai Golkar, termasuk politisi kawakan Jateng yang kini berkiprah sebagai anggota DPR RI. Ditanya soal kemampuan, saya juga tidak tahu...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima pasangan calon tersebut diuntungkan keengganan calon &lt;span style="font-style: italic;"&gt;incumbent&lt;/span&gt; turut dalam bursa pemilihan. Entah apa alasannya Pak Ali Mufiz ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapa yang akan tampil sebagai pemenang ? &lt;a href="http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/04/22/1/102841/kpu-jabar-nyatakan-hade-pemenang-pilgub"&gt;Mengacu pada Pilgub di Jabar&lt;/a&gt; yang dimenangkan pasangan &lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Reporter/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;kuda hitam Ahmad Heryawan-Dede Yusuf, tampaknya pemenang Pilgub Jateng baru akan bisa diketahui seusai coblosan itu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang terdapat survei yang mengunggulkan salah satu calon, inget cing...Agum Gumelar aja keok...padahal hasil surveinya ngeri deh dong...!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah faktor uang juga akan berbicara...nah ini dia...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil &lt;a href="http://www.antarajateng.com/terkini.php?id=3096"&gt;penghitungan kekayaan yang diumumkan KPUD Jateng&lt;/a&gt;, Sukawi Sutarip memang lebih mentereng. Hampir Rp56 miliar lebih ada dikoceknya dia. Sedangkan calon lain, Agus Soeyitno (Rp9 miliar), Bambang Sadono (Rp3,7 miliar), M. Tamzil (Rp1,4 miliar) dan Bibit Waluyo (Rp2,6 miliar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jual beli suara, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya.&lt;/span&gt;..sepertinya bisa saja terjadi. Indikator kemiskinan di Jateng yang mencapai 21% pada tahun 2007 bisa jadi akan mengubah skenario awal yang diprediksi di awal acara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuman kita berpesan logis, ambil duitnya tapi jangan pilih orangnya. Kalau semua tidak ada yang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sreg&lt;/span&gt; dihati rakyat, nah lo...!!! Tugasnya para calon gubernur untuk meyakinkan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Reporter/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;Masih ada waktu 1,5 bulan kedepan bagi kelima pasangan calon ini memamerkan karya sejatinya dihadapan masyarakat Jateng. Bukan lagi soal janji-janji manis yang usang, karena masyarakat sudah kenyang dengan janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari 25 juta suara potensial bakalan diperebutkan oleh kelima cagub-cawagub tersebut. Siapa yang terpilih, sepertinya akan menjadi ladang baru mengeruk keuntungan suara bagi partai pengusungnya untuk kontes Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi Jateng termasuk salah satu daerah yang menjadi indikator keberhasilan partai dalam setiap kontes pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, jangan korbankan rakyat hanya untuk kepentingan kelompok dan golongan. Apalagi selalu mengatasnamakan rakyat untuk mempopulerkan janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4915910301193782666-9022916342493878438?l=ariefsetiaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/feeds/9022916342493878438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4915910301193782666&amp;postID=9022916342493878438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/9022916342493878438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4915910301193782666/posts/default/9022916342493878438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ariefsetiaji.blogspot.com/2008/05/sebuah-penantian-hasil-pilgub-jateng.html' title='Pilgub Jateng 2008, Di Ranah Abu-Abu'/><author><name>Stefanus Arief Setiaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01732284675899333686</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_KISV5-vmrT8/SGZfbkARYCI/AAAAAAAAACE/4xzDvWo-j0s/S220/woi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
